Mengapa Saya Kristen #4: Kepastian Keselamatan dalam Kristus Yesus | dr. Dave

Kepastian Keselamatan dalam Kristus Yesus
23 Februari 2025
dr. Dave

Los Angeles, 2000
Kisah nyata yang memilukan: Seorang anak pendeta yang bunuh diri. 
Banyak orang bergumul tentang keselamatan dengan konsep yang keliru, bahwa keselamatan adalah usaha atas kebaikan kita sendiri, dan diliputi rasa bersalah karena merasa tidak dapat memenuhi standar kebaikan Allah. 

Apakah keselamatan kita adalah sesuatu yang pasti? 
Jaminan Keselamatan Kristus
Yohanes 10:27-30 (TB) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

Konteks ayat ini dimaksudkan Yesus utuk membandingkan pengikut Yesus dengan pengikut orang Farisi, bahwa pengikut Kristus pasti mendapatkan keselamatan kekal. 

Yudas 1:24-25 (TB) Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Konteks ayat ini ditujukan bagi jemaat dalam menghadapi ajaran dan guru-guru palsu, agar jemaat tidak ragu bahwa keselamatan yang sudah diterima tidak akan hilang. 

Roma 8:37-39 (TB) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Surat ini ditulis Paulus dalam konteks jemaat menghadapi penderitaan. Paulus mengaitkan dengan penganiayaan dan hal-hal buruk. Seburuk apapun yang dialami orang Kristen tidak akan terpisahkan dari kasih Kristus.

Definisi Jaminan Keselamatan
Jaminan keselamatan dari Allah bukan berarti kita bisa hidup bebas sesuka hati menuruti dosa, namun bukan juga berarti merasa tidak layak dan terimtimidasi oleh dosa. 

Kepastian keselamatan kita berarti: Allah yang setia dan berkuasa sanggup menggenapi janjiNya, yaitu memelihara keselamatan yang Dia sudah anugerahkan kepada kita, dengan cara memampukan kita untuk mengikuti dan menaati Dia sampai pada akhirnya. 

Mengapa Tuhan menyelamatkan manusia? Apakah Allah memerlukan manusia? 
Allah tidak membutuhkan manusia. 
Allah menyelamatkan manusia karena sifat allah adalah Tuhan yang setia, berkuasa, dan selalu menepati janjiNya. 

Bagaimana Allah Menggenapi JanjiNya? 
1. Memberikan Roh Kudus sebagai Jaminan & Materai
2 Korintus 5:5 (TB) Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Efesus 1:13-14 (TB) Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Konteks di Alkitab, materai zaman dulu adalah besi yang dipanaskan untuk menandai budak atau hewan. Fungsi dari materai adalah memberikan perlindungan hukum atas kepemilikan, juga menunjukkan kepastian janji Allah akan keselamatan kita. 

2. Mengerjakan Kemauan & Kemampuan dalam Diri Kita untuk Taat
Filipi 2:12-13 (TB) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 
karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 

Kerjakan keselamatanmu: lit. "work out" bukan "work for", seperti berolahraga melatih otot yang sudah ada supaya lebih fungsional, bukan mendapatkan otot baru. Roh Kudus menyadarkan kita akan kesalahan kita dan memampukan kita untuk menaati Allah. 

3. Membatasi & Berintervensi dalam Pencobaan-pencobaan yang Kita Alami
1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Tuhan secara aktif membatasi dan berintervensi dalam pencobaan, karena Tuhan mengetahui kekuatan dan keterbatasan umatNya masing-masing (Ayub 1-2).
Contoh Ayub yang mengalami penderitaan yang kuat, bahkan Iblis meminta izin dulu kepada Allah sebelum mencobai Ayub. 
Contoh Tuhan Yesus sendiri yang sampai berpeluh darah saat hendak disalibkan, tetapi Allah memberikan Roh Kudus untuk menguatkan Yesus. Begitu juga pada saat Yesus dicobai di padang gurun, Allah mengirimkan malaikatNya untuk melayani Yesus. 

4. Memberi Kita Pendoa Syafaat yang Sempurna
Roma 8:26 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Roma 8:33-34 (TB) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Lukas 22:31-32 (TB) Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Perbedaan penting orang Kristen dengan orang yang tidak percaya: bahwa kita memiliki pengharapan, karena Roh Kudus dan Yesus sendiri menjadi pembela (pendoa syafaat) bagi kita. Roh Kudus dan Kristus berdoa untuk kekuatan bagi kita dalam menghadapi pencobaan. 

Bagaimana dengan Mereka yang Murtad? 
Alkitab bersifat konsisten dan tidak berkontradiksi. Lalu bagaimana dengan mereka yang terhilang? 

1. Yang bisa hilang adalah yang yang tidak sungguh-sungguh
1 Yohanes 2:18-19 (TB) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. 
Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. 

Siapakah antikristus? Yaitu mereka yang tidak sungguh-sungguh, dan yang menyangkal keilahian Kristus. Mereka tidak terhilang tetapi memang sejak awal tidak pernah termasuk dalam umatNya. 

2. Yang bisa hilang adalah yang tidak termasuk kepunyaan Allah
2 Timotius 2:17-19 (TB) Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 
yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

Konteks ayat tersebut adalah perbedaan ajaran antara Paulus dengan Himeneus dan Filetus tentang kebangkitan tubuh yang menimbulkan perpecahan jemaat. 

3. Yang bisa hilang adalah yang tidak berubah naturnya
Matius 7:15-16 (TB) "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Matius 7:21-23 (TB) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Aku tidak mengenal kamu: sejak awal tidak dikenal dan tidak dipilih oleh Allah. 

4. Yang bisa hilang adalah yang tidak pernah diselamatkan
Ibrani 6:4-9 (TB)  Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 
namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran. 
Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.
Contoh: Orang-orang yang menerima mujizat kemudian meninggalkan Tuhan, yaitu 5000 orang yang diberi makan lima roti dua ikan, dan orang kusta yang sudah disembuhkan. 

Kesimpulannya, apakah kita termasuk orang yang diselamatkan? 
Kita masuk Sorga bukan karena kita tidak berdosa, tetapi karena korban Kristus sempurna bagi kita. 



Comments

Popular Posts