Mengapa Saya Kristen #1: Signifikansi Teologi yang Benar | Ev. Christian Widjaja

Mengapa Saya Kristen #1: Signifikansi Teologi yang Benar
Ev. Christian Widjaja
Reformed Exodus Community

Pembelajaran:
Doktrin Fundamental & Doktrin Esensial
Tujuan : Mengetahui apa yang dipercayai dan mengapa mempercayai apa yang dipercayai. 

Apa itu Teologi? 
Teologi adalah pengetahuan tentang Tuhan. Setiap orang pasti berteologi. Sederhananya Teologi adalah memikirkan tentang Tuhan. Teologi di luar Kekristenan jarang dikenal. Sebagian orang bersikap antipati terhadap Teologi : kesombongan, kekeringan spiritual, perpecahan gereja, sikap yang tidak mengandalkan Tuhan. Anggapan-anggapan tersebut keliru dan ironis, karena memiliki Teologi merupakan sebuah keniscayaan. Karena Teologi adalah sebuah keniscayaan, maka penting bagi kita untuk memahami dan menguji pengetahuan tentang Tuhan yang benar. 

Manfaat Belajar Teologi
1. Teologi sebagai pedoman dalam menghadapi pergumulan
Teologi menyediakan kerangka pemikiran untuk memahami suatu keadaan. Contoh kerangka berpikir yang salah: ketika hal baik terjadi itu karena kebaikan kita, jika ada hal buruk terjadi, kita menyalahkan Tuhan. Padahal yang benar adalah segala sesuatu dalam kedaulatan Tuhan. Allah yang baik selalu mengerjakan yang baik. 

2. Teologi sangat diperlukan bagi pertumbuhan spiritual
Tidak ada spiritualitas yang sehat dan kuat tanpa Teologi yang tepat. Apa yang terlihat rohani, setelah dilihat dari teropong Teologi yang benar, belum tentu yang rohani itu benar. 
Iman yang menyelamatkan berkaitan dengan pengetahuan Teologis dalam taraf tertentu (Yohanes 17:3, 20:30-31, Roma 10:9-10, 1 Yohanes 4:1-6). 

Teologi adalah satu elemen penting dalam pertumbuhan rohani adalah pengenalan terhadap Kristus (Efesus 4:13-14). Tanpa intelektual, kita tidak bisa mengenal Kristus secara personal. 
Alkitab mendefinisikan kedewasaan rohani adalah pengenalan Kristys secara personal

Efesus 4:13-14 (TB) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Teologi menjadi landasan bagi etika Kristen (1 Korintus 6:12-20, 8:1-13) 
1 Korintus 6:19 (TB) Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 

Teologi yang benar, suatu 'kesalehan' bisa menjadi tipuan kerohanian yang membahayakan (Kolose 2:18-23, 1 Yohanes 4:1-6). Kita berbuat baik bukan supaya Allah berbuat baik kepada kita, 

3. Teologi menjadi Kompas dalam Peperangan Ideologi
Hampir setiap pertukaran informasi melibatkan persentuhan ideologi. Kita tidak hanya mengakses, tetapi diakses oleh informasi. Terlebih pada era perkembangan teknologi yang memunculkan informasi simpang siur. Teologi menunjukkan keunikan Kekristenan yang esensial dengan agama-agama lain. Contoh: orang Kristen berbuat baik bukan sebagai syarat untuk diselamatkan, tetapi sebagai ucapan syukur karena kita sudah diselamatkan. 

Teologi menguji beragam konsep religius dan spiritualitas non-religius. Contoh: orang Kristen tidak percaya karma tetapi kenapa ada penderitaan? Jawabannya ialah, di dunia ini penderitaan adalah hal yang mutlak dikarenakan dosa. Bedanya, orang Kristen memiliki pengharapan akan kebaikan Tuhan (Roma 8:28) 

Teologi memberikan kerangka pemikiran yang solid untuk menghadapi peperangan rohani. Mengembangkan Teologi Kristen sebagai sebuah kebenaran publik yang relevan dan dihargai masyarakat. 

4. Teologi Bermanfaat bagi Pemahaman Alkitab
Salah satu sikap naif yang ditunjukkan oleh banyak orang Kristen adalah penolakan terhadap Teologi dengan alasan Alkitab saja sudah cukup. Mereka tidak menyadari bahwa menafsirkan Alkitab dipengaruhi oleh kerangka Teologis seseorang. Dengan bantuan Teologi, kita dapat mengerti inti ajaran dalam Alkitab. Teologi juga berfungsi sebagai kerangka interpretatif terhadap Alkitab (lihat pengantar Institutio John Calvin). 

Belajar Teologi bukan hanya sekedar memperluas wawasan atau menambah pengetahuan, melainkan sebagai landasan untuk memahami kebenaran yang sejati. 

Comments

Popular Posts