Doa untuk Keluarga #2: Kekuatan Ilahi | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.

Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Reformed Exodus Community
09 Februari 2025

Doa untuk anggota keluarga kita: Mana yang lebih sering kita doakan? 
Dijauhkan dari bahaya atau diberi kekuatan untuk menghadapinya?

Doa Paulus untuk Jemaat Efesus
 Efesus 3:14-19 (TB) Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 
yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Perikop tersebut bukan tentang Paulus yang sedang berdoa kepada Bapa, tetapi memberitahukan kepada Jemaat Efesus bahwa Paulus berdoa untuk mereka. 

Doa Paulus: Hati Orang Tua
Ayat 14a: Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa -- konteks doa ini adalah karena Paulus sedang berada di dalam penjara dan jemaat Efesus merasa tawar hati. Sehingga Paulus memberikan doa kekuatan kepada jemaat di Efesus. Paulus mengalami kesusahan tetapi justru Paulus menguatkan jemaat di Efesus. Hal ini mencerminkan hati orang tua. Orang tua mengasihi anak melebihi anak mengasihi orang tua.

Bagaimana Paulus Berdoa? 
Tidak ada formula doa tertentu yang baku di dalam Alkitab. Tidak ada hafalan doa di dalam Alkitab, karena yang dipentingkan adalah manner of our prayer, bukan the content of the prayer. 
1. Kerendahan Hati yang Tulus
Pose doa yang normal adalah berdiri, dan bersujud hanya untuk situasi khusus (Ezra 9:5, Lukas 5:8, 22:41, Kis 7:60) 
Ayat 14 "Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,"
2. Relasi yang Personal
Melalui karya penebusan Kristus kita dijadikan anak-anak Allah (1:5) atau anggota keluarga Allah (2:19) yang memiliki jalan masuk kepada Bapa (2:18, 3:12) 
3. Pengkuan terhadap Kedaulatan Allah 
Dia menciptakan segala sesuatu dan menunjukkan otoritasNya dengan cara memberi nama kepada ciptaan-ciptaan tersebut (Mam 147:4). Allah memberi nama menunjukkan otoritas. Namun syukur kepada Allah yang berkenan kita panggil Bapa di Sorga, bukan perkataan yang klise melainkan mencerminkan relasi yang dekat dengan Allah, yaitu dengan Allah yang imanen dan transenden. 
Pengenalan yang benar tentang Allah (berteologi) akan mengubah cara kita mengenal Allah secara personal (berdoa). 

Apa yang Didoakan Paulus? 
Isi doa Paulus di 3:14-19 cukup rumit secara sintaks karena kalimat yang panjang dan ada beberapa kata sambung "hina" (supaya). 
Ada tiga poin doa Paulus. Sifatnya subordinatif, bukan koordinatif. 

Isi doa Paulus adalah supaya:
1. Memberikan kekuatan batiniah melalui Kristus (ayat 16-17a). 
Kata 'dikuatkan' = krataiōthēnai. Dalam Septuaginta (LXX) digunakan untuk keberanian (1 Sam 4:9, 2 Sam 10:12, Mzm 20:14; 30:25, 1 Kor 16:13) dan tekad (Rut 1:18). Artinya agar mempunyai keberanian dan tekad yang kuat, namun bukan dari sesuatu yang spektakuler (secara eksternal) tetapi sangat supranatural (secara internal) - 'menurut kekayaan kemuliaanNya, oleh RohNya' (3:16), 'dalam batinmu' (3:16), 'Kristus diam di dalam hatimu'. 
Kekuatan allah yang besar tidak selalu dinyatakan melalui kelepasan dari persoalan tetapi juga ketabahan dan keberanian. 

2. Memahami keagungan kasih Allah di dalam Kristus (ayat 17b-19a). 
Dalam terjemahan versi NIV:
Ephesians 3:17-19 NIV
[17] And I pray that you, being rooted and established in love, [18] may have power, together with all the Lord’s holy people, to grasp how wide and long and high and deep is the love of Christ, [19] and to know this love that surpasses knowledge—that you may be filled to the measure of all the fullness of God.

Hasil pemahaman dan pengetahuan kita tidak mengubah satu fakta penting: kita sudah terlebih dahulu diakarkan dan dilandaskaj pada kasih Allah. Dalam teks Yunani, tulisan ini ditulis dahulu namun hasilnya sampai sekarang (perfect tense). 
Kita pasti kuat (3:18) menjalani proses yang tidak pernah berakhir karena ada kekuatan Allah dalam kita (3:16-17a). Kadang kala kita merasa ditinggalkan dalam situasi sulit bukan karena kita lemah tetapi karena kita tidak memahami kasih Allah. Kita sukar memahami kasih Allah dalam segala keadaan, bukan hanya pada keadaan sukar. Oleh sebab itu kita butuh terus-menerus didoakan agar kita bisa memahami Kristus tinggal di dalam kita. 

3. Mengalami kepenuhan di dalam Allah (17b-19a) 
Terjemahan NIV ayat 19: that you may be filled to the measure of all the fullness of God. 
Banyak orang tidak memahami kepenuhan akan Allah yang Kristosentris. 
Efesus 4:13 (TB) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Karena seluruh kepenuhan Allah ada di dalam Kristus (Kolose 1:19, 2:9) dan jemaat adalah kepenuhan Kristus (Efesus 1:23) maka tidak ada pengalaman "dipenuhi oleh Allah" yang tidak memuliakan Kristus. Many Churches embrace too much spirit but less of Christ.
Dalam situasi yang sulit, ketidaksabaran dan dan keputusasaan kita bisa menghalangi kita mengalami kepenuhan karya Allah yang sudah disediakan. 

Kasih Kristus yang sempurna dalam hati kita menjadi sauh yang kuat dalam menjalani gelombang kehidupan yang berbahaya. 

Kita akan baik-baik saja bukan karena mengubah gelombang menjadi air tenang. Tuhan menjadikan kita aman melalui salibNya yang kuat. Kita tidak bisa memahami salib Kristus, tetapi kita tidak bisa lepas dari kasih Kristus. Amin. 

Comments

Popular Posts