Doa untuk Keluarga #4: Kerajaan Sorga | Pdt. Edo Walla

Berdoa bagi Keluarga #4: Kerajaan Sorga 
Pdt. Edo Walla
Yesus Memberkati Anak-anak
Matius 19:13-15 (TB) Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ. 

Ada tradisi orang Yahudi untuk mendoakan anak-anak kecil kepada orang suci. 

Latar Belakang
Masa kanak-kanak di zaman kuno mortalitas anak hanya 50% atau ketahanan hidup anak rata-rata hanya mencapai 10 tahun karena penyakit yang belum ada vaksin. 
Pada zaman dulu ada praktik pembuangan anak karena membahayakan secara finansial, khususnya bayi-bayi perempuan. Bayi-bayi perempuan yang dibuang biasanya dimakan hewan atau mati membusuk. Jika ada yang memungut bayi perempuan tersebut biasanya akan dieksploitasi sebagai budak seks. 
Sebegitu mengerikannya latar belakang kehidupan anak-anak di masa lalu. 

Hati Yesus (Ayat 13) 
Kenapa murid-murid Yesus melarang anak-anak datang kepada Yesus: karena pandangan budaya pada waktu itu di zaman Yudaisme dianggap sebagai anggota masyarakat yang kurang penting, sulit diatur, merepotkan, dsb. Sikap murid-murid menunjukkan kesombongan, sehingga Yesus menegur murid-murid. Pesan Yesus adalah orang-orang yang tidak dianggap dan dipandang sebelah mata justru berharga di hadapan Tuhan. Hati Yesus hadir dengan belas kasihan bagi siapapun, khususnya orang-orang yang lemah di sekitar kita. 
Doa Yesus (Ayat 14-15) 
1. Doa untuk Pertobatan
Doa Yesus adalah doa untuk pertobatan. Begitu juga hendaknya kita mendoakan pertobatan bagi keluarga kita. Kebutuhan mendasar dari anggota keluarga bukanlah material, namun relasional yaitu pengenalan akan Kristus yang menyelamatkan. 

Matius 18:3-4 (TB) lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Terkadang orang tua zaman sekarang tidak mengajarkan Tuhan kepada anak-anak mereka. Modernisasi memungkinkan anak-anak untuk memilih agama mereka sendiri. Tetapi ini adalah hal yang salah karena seharusnya orang tua mengajarkan pertobatan kepada anak-anak mereka. Tidak mengajarkan Tuhan sebetulnya adalah mengajarkan Tuhan tidak begitu penting. Tuhan yang tiada ternilai itu menjadi tidak berharga dalam hidup kita. 

2. Doa untuk Kerendahan Hati
Yesus tidak mengatakan 'Anak-anak itulah yang empunya Kerajaan Sorga' tetapi 'Orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga'. Bukan berarti anak-anak langsung masuk Sorga, tetapi yang dimaksudkan adalah memiliki karakteristik seperti anak-anak, yaitu merendahkan diri di hadapan Tuhan. 

Anak-anak kecil cenderung lebih cepat memahami dan menerima / reseptif terhadap kebenaran Firman Tuhan. Bukan seperti orang dewasa yang cenderung menyangkal dan meragukan. 

Matius 18:3-4 (TB) lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Menjadi seperti anak kecil berarti child-like, bukan childish (kekanak-kanakan). Hati anak kecil mendahului dengan keterbukaan dan ketakutan karena sedang berurusan dengan Allah Tritunggal. 






Comments

Popular Posts