Mengapa Saya Kristen #2: Keselamatan Berdasarkan Anugerah | dr. Dave
Keselamatan Berdasarkan Anugerah
dr. Dave
Reformed Exodus Community
09 Februari 2025
Sola Gratia
Dipelopori Martin Luther, yang menentang pengajaran gereja terhadap syarat tambahan keselamatan yaitu surat indulgensi, serta usaha perbuatan baik manusia.
Martin Luther menentang ajaran Gereja Katolik karena:
1. Luther memandang bahwa orang berdosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.
2. Luther menolak gagasan bahwa manusia dapat memperoleh keselamatan kekal melalui perbuatan baik.
3. Luther menolak gagasan bahwa paus dapat melepaskan hukuman sementara akibat dosa.
Kritikan para reformator abad ke 16 terhadap gereja pada waktu itu yang meyakini kebutuhan terhadap anugerah, tetapi meragukan kecukupan anugerah dalam keselamatan.
Ada 5 sola yang kita percayai
- Sola Gratia : hanya oleh kasih karunia
- Sola Fide : hanya oleh iman
- Sola Scriptura : hanya melalui Alkitab
- Solus Christus : hanya oleh Kristus
- Soli Deo Gloria : kemuliaan hanya bagi Tuhan
Efesus 2:8-10 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Kasih karunia keselamatan juga mencakup iman kita
Baik tawaran keselamatan melalui Kristus maupun iman kita merupakan pemberian Allah. Kata "itu" (touto) di ayat 8-9 tidak merujuk pada 'kasih karunia' atau 'iman' saja melainkan proses di dalamnya.
Kebutuhan Mutlak terhadap Kasih Karunia
Keselamatan hanya dimungkinkan melalui kasih karunia. Ketika kita jatuh ke dalam dosa, semua usaha kita tidak akan berarti untuk mencapai standar kelayakan Allah (kesalehan seperti kain kotor).
#1 Tuntutan Kebaikan yang Sempurna
Dorongan intrinsik dalam diri manusia untuk berbuat baik tidak memadai (Kejadian 1:26-27, Roma 2:12-14).Tuntutan dari Allah bukan hanya baik tetapi sempurna, sebagaimana Bapa di sorga adalah Sempurna (Matius 5:48).
Galatia 3:10 (TB) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
Sebab barangsiapa menuruti seluruh huk. Itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya (Yakobus 2:10)
Kesalehan kami seperti kain kotor (Yesaya 64:6)
#2 Natur Manusia yang Berdosa
Ketidakmampuan manusia untuk memenuhi tuntutan Allah sebenarnya lebih berkaitan dengan hakikat manusia yang tercemar oleh dosa (Kejadian 6:5, Mazmur 51:7, Mazmur 58:4) daripada dengan sifat tuntutan Allah. Perintah Allah sejatinya tidaklah sukar (Ulangan 30:11-14).
Di Perjanjian Lama, manusia berusaha untuk menuruti perintah Tuhan sekaligus memberikan persembahan korban bakaran sebagai pengorbanan demi keselamatan.
Di Perjanjian Baru, Tuhan mengirimkan korban yang sempurna melalui pengorbanan Yesus di salib. Keselamatan itu hanya bisa dari anugerah Tuhan, bukan dari usaha manusia.
Kejadian 6:5-6 (TB) Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
Mazmur 58:3 (TB) gSejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.
Ulangan 30:11-14 (TB) "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Efesus 2:1-3 (TB) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
Manusia tidak berdaya di hadapan dosa
Metafora "mati" menyiratkan ketidakmampuan total manusia dalam menaklukkan dosa dan tidak. Akan sanggup. Jika ditambahi peraturan-peratuen lain yang lebih berat
Manusia takluk kepada Iblis
Gaya hidup duniawi ternyata hanya gejala saja. Ada persoalan yang lebih fatal, yaitu ketaklukan kepada penguasa-penguasa angkasa dan roh-roh jahat sedang menghasai orang orang durhaka (anak-anak kedurhakaan). Kaitannya adalah Iblis dengan berhala di dalam hati yang mendekatkan hati Tuhan.
Manusia dikuasi oleh natur yang berasal dosa
Kita dahulu hidup dalam hawa nafsu daging yang mengikuti keinginannya karena pada dasarnya (lit. Secara Natur) memang orang-orang yang harus dimurkai (anak-anak kemurkaan).
Comments
Post a Comment