Pujian Zakharia | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Pujian Zakharia
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Reformed Exodus Community
14 Desember 2025
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
— seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus —
untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
Latar Belakang
Injil Lukas dimulai dari cerita suami isteri yang lanjut usia namun tidak memiliki anak. Sebagai seorang imam dan keturunan orang saleh, Zakaria dan Elisabeth pastinya sudah berdoa untuk mendapatkan anak. Kemungkinan besar Zakaria sudah berhenti berdoa. Karena pada waktu diberitahu bahwa dia akan punya anak maka dia tidak percaya, berarti itu mengirakan Zakaria sudah berhenti berdoa lama. Ternyata pada waktu kita berhenti berdoa, Tuhan masih mengingat doa kita.
Struktur Pujian Zakharia
Karya Allah (ayat 68-71)
Dalam Pujian Zakharia, karya Allah dinyatakan yakni melawat umatNya, melakukan penebusan, dan menumbuhkan tanduk keselamatan.
1. Melawat umatNya
2. Melakukan penebusan
3. Menumbuhkan tanduk keselamatan
Ayat 70
Ayat 71
"Allah selalu berkarya, bahkan ketika kita tidak melihatnya atau mempercayai Nya. Dia setia terhadap rencanaNya."
Tujuan Karya Allah (ayat 72-75)
1. Menunjukkan rahmat (1:72)
2. Mengingat perjanjian (1:72b-73a)
3. Mengaruniakan pelayanan (1:73b-75)
"Keselamatan dari Allah adalah sarana, bukan tujuan utama. Semua tentang Dia, bukan kita."
Realisasi Karya Allah (ayat 76-80)
"Natal menjadi bukti bahwa Allah tidak bekerja secara serampangan atau setengah jalan."
Comments
Post a Comment