The Incarnation of Christ: Once and for All | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.

The Incarnation of Christ: Once and for All 
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Reformed Exodus Community
25 Desember 2025

Ibrani 10:5-10 (TB) Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki — tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku —. 
Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. 
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." 
Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat —.
Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Yesus Kristus datang ke dunia untuk menjadi korban. Yesus datang ke dunia karena ada masalah di dunia yaitu: manusia tidak bisa mengalahkan dosa. Hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari ke selatan yang alam datang, dan bukan hakekat (lit. "bentuk asli"). Hukum Taurat mengajarkan korban untuk penghapusan dosa. Bangsa Yahudi / Israel melakukan ritual penghapusan dosa setiap tahun dengan korban binatang, namun berulang-ulang dan tidak menyelesaikan permasalahan dosa itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan. Persembahan korban hanya memindahkan hukuman dosa, tetapi bukan menghilangkan perasaan berdosa. Korban itu hanya mengingatkan kepada dosa, bukan menyelesaikan dosa. 

Tuhan Yesus menyelesaikan penyebab dan akibat dari dosa. Penyebab dosa sudah dibereskan oleh Tuhan Yesus, yaitu memperbaiki dan memulihkan keadaan manusia yang berdosa dan tidak taat kepada Tuhan. Persoalan manusia bukan kurang aturan, tetapi tidak mau taat dengan aturan. Sehingga hukum Taurat tidak bisa menyelesaikan permasalahan dosa. Yesus datang untuk menyelesaikan aturan hukum Taurat bagi kita, sehingga kita dilayakkan oleh korban Yesus, ketaatan Kristus dijadikan ketaatan kita sehingga kita dilayakkan oleh Dia. Akibat dosa adalah maut yang sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus. 

Kita dikuduskan sekali untuk selamanya karena korban Kristus sempurna membayar lunas hutang dosa kita. Tuhan berkenan kepada kita bukan karena apa yang kita lakukan bagi Tuhan, tetapi karena apa yang Kristus sudah lakukan bagi kita. 


Comments

Popular Posts