Mengapa Saya Kristen #6: Wawasan Dunia Kristen | Ev. Evie Santoso

Wawasan Dunia Kristen
Ev. Evi Santoso

Roma 12:2 (TB) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Apa yang membuat kita memiliki pemaknaan dan interpretasi yang berbeda karena kita memiliki pandangan yang berbeda. 
Paulus menyampaikan bukan tentang "apa yang dipikirkan" (pengetahuan), tetapi "bagaimana memikirkan" (cara pandang). 

Pembaharuan budimu: berarti perubahan pemikiran, perubahan cara memikirkan. We are in the world, but we are off the world
Aktivitas rohani pun bisa menjadi ritual yang salah jika memiliki perspektif yang salah. 
Ada banyak hal rohani yang kita salah pahami, contoh kita melayani supaya diberkati, kalau tidak diberkati berarti kurang melayani. 

Definisi Wawasan Dunia
Sebuah sistem keyakinan tentang aspek-aspek fundamental dari realitas yang mendasari dan mempengaruhi semua pemikiran, perasaan, dan tindakan seseorang. 
1. Pandangan seseorang dibangun di atas lapisan-lapisan pemikiran: opini, asumsi, keyakinan pribadi, argumentasi, dan wawasan dunia.Worldview - Beliefs - Values - Behavior
2. Wawasan dunia berkaitan dengan hal-hal yang sangat mendasar: origin, meaning, morality, & destiny. Wawasan dunia adalah seperti lensa yang kita pakai untuk melihat, sehingga mempengaruhi pandangan kita. 
3. Wawasan dunia bersifat teoritis sekaligus praktis, disadari atau tidak disadari, dan holistik (kognitif, afektif, motorik) 

Mengapa Perlu Mempelajari Wawasan Dunia? 
1. Semua orang memiliki wawasan dunia
Tidak ada netralitas dalam pemikiran, perasaan, atau tindakan. Semua orang berpikir dengan wawasan dunia tertentu, walaupun sayangnya mereka jarang memikirkan tentang wawasan dunia mereka. 
2. Semua orang bergumul dengan pertanyaan fundamental
Tidak ada orang yang bisa melepaskan diri dari pergumulan kosmologis (mengapa ada sesuatu dan bukannya tidak ada?), ontologis (mengapa aku ada?), epistemologis (bagaimana mengetahui kebenaran?), aksiologis (apa yang baik dan benar?), dan teologis (kemana setelah mati?). 
3. Semua orang menghadapi pertempuran wawasan dunia (Kolose 2:8, 1 Korintus 15:33) 
Dengan teknologi komunikasi digital dan globalisasi, perjumpaan ideologi yang berbeda menjadi semakin tidak terelakkan. 
4. Setiap orang perlu memahami dengan baik pandangan pihak lain
Debat kusir seringkali terjadi karena masing-masing pihak kurang menyadari asumsi teologis masing-masing maupun yang dipegang orang lain. 
5. Setiap orang perlu memahami keunikan pandangannya sendiri
Studi wawasan dunia mengungkapkan bahwa toleransi mutlak dan sinkretisme mutlak merupakan mitos yang tidak rasional. 
6. Tidak semua orang menghidupi wawasan dunianya dengan konsisten
Menghidupi dengan benar dimulai dari menyadari, memahami, dan menguji suatu wawasan dunia. 
7. Sangat sedikit orang Kristen yang memahami dan menghidupi wawasan dunia Kristen
Riset yang dilakukan oleh Barna Group di Amerika menunjukkan kurang dari 10% orang Kristen yang memiliki dan menghidupi wawasan dunia Kristen. 

Christian Worldview
Pandangan dunia Kristen berdasarkan pada Alkitab yaitu penciptaan (creation), kejatuhan manusia dalam dosa (fallen) , dan karya penebusan Kristus (redemption), dan kemuliaan dalam Allah (consummation)
1. Penciptaan 
Rancangan awal Allah (Kejadian 1-2). Apa yang ada adalah sempurna pada awalnya. Contoh: uang, awalnya digunakan sbg alat tukar namun alat memanipulasi untuk keuntungan. 
2. Kejatuhan
Semua elemen rusak oleh dosa (Kejadian 3). Apa yang ada tidak selalu identik dengan apa yang seharusnya ada. Contoh: Allah menciptakan relasi pada awalnya, namun karena kejatuhan relasi menjadi kompetisi. 
3. Penebusan
Penebusan Kristus bersifat kosmik (gereja dan alam semesta, Kolose 1:20). Bukan hanya penebusan terhadap manusia tetapi seluruh dunia dan seisinya. 
4. Pemulihan
Pembaharuan sudah dimulai dan akan diakhiri dengan pemulihan segala sesuatu (langit dan bumi yang baru, 2 Petrus 3:13, Wahyu 21:1).

Orang percaya dipanggil untuk melihat kembali yang jatuh dengan perspektif yang benar dan turut menyelamatkan yang salah. 

Contoh 1: Pekerjaan
Pada mulanya Tuhan membuat pekerjaan sebagai suatu yang mulia, karena Allah adalah Allah yang bekerja, bukan Allah yang malas. Maka seperti Allah bekerja, maka sebagai gambar dan rupa Allah kita harus bekerja dan berusaha. 

Contoh 2: Seksualitas
Pada mulanya, seksualitas diciptakan pada pernikahan monogamis-heteroseksual yang dirancang untuk kebaikan sesama dan realisasi rencana Allah dengan laki-laki sebagai kepala (Kejadian 1-2). Saat manusia jatuh dalam dosa, relasi antar sesama rusak (saling menyalahkan dan berebut kekuasaan), berkat Allah tidak lagi sempurna (Kejadian 3), mulai muncul berbagai penyelewengan seksual (Kejadian 4, 19). Penebusan Kristus merengkuh kehancuran seksual (Matius 27:35) dan memulihkan relasi antara suami – isteri 
(Efesus 5:22-31). Hubungan seksual – sebagai salah satu ekspresi kasih dan sarana prokreasi- tidak akan ada lagi di sorga (Matius 22:30). Kita semua saling mengasihi dan menjadi mempelai perempuan Kristus (Wahyu
19:7).



Comments

Popular Posts