Meminta dengan Iman | Pdt. Samuel Sugiarto
Meminta dengan Iman
Pdt Samuel Sugiarto
Reformed Exodus Community
Yakobus 1:5-8
Apakah meminta dengan iman akan pasti menerima? Apa yang diminta? Tidak.
Tidak segala hal yang kita minta dengan iman pasti akan kita dapatkan. Lalu, apa yang seharusnya kita minta dengan iman dan pasti akan menerimanya? Jawabannya adalah: hikmat.
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Mengapa meminta hikmat?
Apa pentingnya hikmat sehingga kita perlu memintanya?
1. Hikmat akan menolong kita bertumbuh dalam penderitaan (Yakobus 1:2-3)
Hikmat sangat kita perlukan dalam menghadapi persoalan dan penderitaan. Seringkali orang yang terlalu fokus pada penderitaan sehingga ingin menyerah. Hikmat bukan sekedar menolong melihat masalah/ menganalisa masalah dengan tepat, tetapi melihat, berjumpa Tuhan dalam setiap tempat.
Yakobus 1:1-3 (TB) Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
2. Hikmat akan menolong kita tetap hidup "sempurna" (Yakobus 1:4) .
Hikmat bukan sekedar membantu kita menjawab mana yang boleh atau tidak boleh. Hikmat akan menunjukkan hal yang tepat, situasi setempat untuk menunjukkan kemuliaan Allah yang paling jelas. Hikmat bagi orang percaya bukan hanya membuat kita bertahan, tetapi juga memuliakan Tuhan di tengah-tengah penderitaan.
Yakobus 1:4 (TB) Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Mengapa sulit beriman?
1. Karena beban penderitaan menekan: berat, besar, banyak, bersamaan, dan berkelanjutan.
2. Karena ada solusi lebih praktis/ opsi lain yang terlihat lebih murah dan nyaman sehingga kita bimbang.
Lalu bagaimana jalan keluarnya?
Bukan solusi praktis melainkan:
1. Kasih Allah yang tidak membangkit-bangkit (mencela, mengecam, mencerca)
2. PenyertaanNya yang nyata atas kita
Hikmat digambarkan dalam Alkitab sebagai personifikasi, yaitu Yesus Kristus.
Dalam setiap persoalan mintalah hikmat, bukan kepintaran atau akal budi, tetapi pribadi Kristus.
Comments
Post a Comment