Mengapa Saya Kristen #5: Kehidupan yang Berpusatkan pada Injil | Ev. Clarissa
Mengapa Saya Kristen #5
Kekristenan yang Berpusatkan pada Injil
Ev. Clarissa
Apa peranan Injil di hidup kita?
Injil adalah pusat dari hidup kita, esensi dari kehidupan kita.
Injil adalah Berita Terpenting
1 Korintus 15:3-4 (TB) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
Paulus melayani di Korintus selama 2 tahun.
Yang terpenting dalam pengajaran Paulus adalah Injil, yaitu berita keselamatan dari Allah yang dianugerahkan kepada manusia.
Injil adalah Inti Seluruh Kitab Suci
Lukas 24:44 (TB) Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
Injil dalam Empat Dimensi:
1. Injil adalah Fakta Historis, yaitu kematian Kristus di kayu salib
2. Injil adalah Makna Teologis, yaitu makna dibalik kematian Kristus adalah karena dosa-dosa manusia
3. Injil adalah Kuasa Transformatif, yaitu kuasa yang mengubahkan kehidupan manusia
4. Injil adalah Relasi, yaitu perjumpaan pribadi dengan Kristus Yesus
Implikasi Injil sebagai Pusat Kehidupan Kita
Definisi
Kehidupan yang menjadikan karya penebusan Kristus yang sempurna dan beranugerah sebagai cara pandang (perspektif), dorongan (motif), teladan (model), dan kekuatan (modal) dalam segala sesuatu.
1. Perspektif
Kita menilai diri sendiri, orang lain, maupun segala sesuatu dari lensa Injil. Apa yang berharga dan apa yang baik diukur dari sudut pandang Injil. Perspektif mempengaruhi tindakan dan perilaku, yang menunjukkan dari yang tercemar dosa menjadi lebih baik.
2. Motif
Ssgala yang dilakukan adalah untuk kemuliaan Allah (1 Kor 10:31) dan karena didorong oleh kasih kepada Wllah yang telah lebih dahulu mengasihi kita di dalam Kristus (1 Yohanes 4:10)
3. Model
Segala tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Injil yang sudah dinyatakan melalui kehidupan dan kematian Kristus: rendah hati, mementingkan orang lain, berkorban bagi orang lain, pembawa damai (Filipi 2:1-8, Kolose 3:12)
4. Modal
Segala upaya disandarkan pada karya penebusan Kristus yang sudah sempurna (Ibrani 10:10) dan kasih karuniaNya yang terus bekerja dalam kita (1 Korintus 15:8-10)
"Lima" Musuh Salib
Jika kita tidak menjadikan Injil sebagai pusat, maka kita menjadikan diri kita sebagai musuh Salib.
Legalisme
Kekristenan Legalis menganggap perkenanan Allah kepada kita ditentukan oleh kesalehan kita sendiri (Lukas 18:10-14, Roma 10:2-3). Kebenaran Kristus yang diperhitungkan sebagai kebenaran kita (2 Kor 5:21) dipandang sebagai kurang mencukupi.
Intimidatif
Kekristenan intimidatif melihat ketaatan sebagai upaya untuk menghindari hukuman, padahal seharusnya ketaatan dilandaskan pada kasih (Matius 22:37-40, Yohanes 15:10). Di dalam kasih seharusnya tidak ada ketakutan (1 Yohanes 4:18). Contoh: rajin ke gereja supaya hidupnya baik-baik saja dan tidak dihukum. Padahal, keinginan Tuhan atas kita adalah relasi yang benar yaitu ketaatan karena ucapan syukur.
Manipulatif
Kekristenan Manipulatif memandang ketaatan sebagai alat untuk mendapatkan berkat (Matius 19:16-26). Ketaatan mereka bersifat transaksional, bukan relasional. Contoh: rajin ke gereja supaya diberkati melimpah.
Antinonianisme
Kekristenan antinomian (atau libertinian) menyalahgunakan kemerdekaan di dalam Kristus sebagai dalih untuk hidup secara sembarangan atau tidak mengejar kekudusan (Roma 3:8, 1 Korintus 8:9)
Comments
Post a Comment