Doa yang Dilarang Alkitab | Pdt. Irwan Pranoto

Doa yang Dilarang Alkitab
Pdt. Irwan Pranoto
30 Maret 2025
Reformed Exodus Community

Bacaan: 1 Tesalonika 17, Markus 1, Matius 14

Doa yang dilarang Alkitab? 
Apakah benar Alkitab melarang doa? 
Doa telah menjadi kebiasaan orang Kristen, setiap hari, bahkan sejak kecil anak-anak sudah diajarkan untuk berdoa. Doa adalah hal yang selalu kita lakukan, seringkali kita jalankan tanpa makna, sekedar rutinitas. Padahal doa adalah sarana anugerah. Doa adalah relasi dengan Tuhan, perjumpaan dengan Tuhan, komunikasi dengan Tuhan. Dalam pelayananNya, Yesus seringkali berdoa semalam-malaman, menikmati relasi dengan Tuhan. Murid-murid pun meminta untuk diajar berdoa. Begitulah hendaknya kita belajar berdoa. 

Matius 6:5-8 (TB) "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 

Pengajaran tentang hal berdoa (Matius 6) disampaikan Yesus pada Khotbah di Bukit (Sermon on the Mount
Struktur Khotbah Injil Matius dibagi menjadi 7 bagian, yakni prolog  narasi, paket pengajaran, dan epilog, yang menampilkan Yesus sebagai The New Moses, relevan dengan kisah Musa. 

Sermon on the Mount menjadi paket pengajaran pertama pada Injil pertama. 
Dua ayat penting yang memiliki kesamaan dalam Injil Matius, yakni mengajar pada rumah ibadah, memberitakan kerajaan Allah, dan menyembuhkan orang dari penyakit:
Matius 4:23 (TB) Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Matius 9:35 (TB) Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Dua ayat tersebut didahului pemanggilan murid-murid pertama (Matius 4:23, Matius 9:35) dan diikuti penetapan dan pengutusan 12 murid. 

Khotbah di bukit juga menyinggung dua kelompok pengikutNya. 
Ada 2 kelompok murid yang mengikuti Yesus: (1) kelompok besar yang berbondong-bondong mencari berkat duniawi, kesembuhan, kekayaan, dan hal lainnya. 
(2) kelompok kecil, the disciples, murid-murid uang dipanggil di danau Galilea pasal 4 dan diutus di pasal 10, yaitu murid-murid yang sejati, yang melakukan kehendak Bapa. 

Doa yang seperti apa yang dilarang Alkitab? 
(1) Doa supaya dilihat orang, menunjukkan bahwa kita suci, padahal sebetulnya munafik. Ayat 7 mengatakan doa jangan seperti orang munafik, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (Gentiles). Siapakah orang munafik yang ditegur Yesus? Kata hypocrisy dari bahasa Yunani hupokrites berarti "aktor", "pemain sandiwara", "pretender". Gambaran inilah yang ditegur Yesus. Jika dilihat dari kebiasaan agama, yakni sedekah, doa, puasa, Yesus menegur para pemuka agama yang sering melakukan kewajiban agama. Hal ini tidak salah, tetapi yang salah salah karena kegiatan agama tersebut dijalankan supaya dilihat orang, dipuji orang, dan dianggap saleh oleh orang lain.Yesus mengkontraskan kebiasaan tersebut dengan ajaran: doa masuk kamar, di tempat tersembunyi, makudnya adalah privasi dan khusus berelasi dengan Allah, ketulusan hati kepada Allah, yang hanya kita dan Tuhan yang tahu. Doa bukan performance di depan manusia, tetapi kedalaman hati di hadapan Tuhan. 
Yesaya 26:20 (TB) Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu. 
2 Raja-raja 4:33 (TB) Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN. 

(2) Doa yang bertele-tele supaya dikabulkan Tuhan. Doa ini berarti memperalat Tuhan, memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa kita. Yesus mengajar tentang doa dan menegur orang yang tidak mengenal Allah (Gentiles) yang mempraktekkan doa untuk mendapatkan imbalan, balasan, atau upah. Dalam Injil Matius, Yesus 2x membandingkan murid sejati dengan orang yang tidak mengenal Allah, yakni tentang mengasihi (pasal 5) dan tentang hal kekuatiran (pasal 6). Bangsa yang tidak mengenal Tuhan, seringkali doanya diulang-ulang seperti mantra, dan mengira jika doa yang panjang dan bertele-tele akan lebih mungkin untuk dikabulkan oleh Tuhan. Padahal Tuhan melihat hati. 

Seringkali orang Kristen juga menerapkan hal yang sama: PUSH (Pray Until Something Happen) - ini adalah konsep yang salah, memaksa Allah untuk mengabulkan doa kita. Umat yang memiliki pemahaman yang benar tentang Allah, tidak akan memaksa Allah untuk menuruti kehendak pribadi. Karena umat yang mengenal Allah, mengetahui benar bahwa Allah telah memberikan segala yang terbaik untuk umatNya. Perumpamaan pengajaran: Lukas 11 dan Lukas 18.

Referensi: Buku Timothy Keller - Prayer

Yesus menutup pengajarannya dengan: Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Lalu apa gunanya kita berdoa kepada Tuhan? Doa bukan hanya untuk menyatakan daftar keinginan kita atau kebutuhan kita, tetapi untuk menjalin relasi antara anak dan Bapa di sorga. 

Comments

Popular Posts