Mengapa Saya Kristen #9: Yesus sebagai Manusia | Ev. Clarissa
Mengapa Saya Kristen #9: Yesus sebagai Manusia
Ev. Clarissa
Reformed Exodus Community
06 April 2025
Paradoks: Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, kebenaran yang seolah-olah bertentangan. Contoh : A adalah anak bagi orang tuanya dan bapak bagi anak-anaknya.
Signifikansi Topik
1. Inkarnasi Kristus merupakan salah satu doktrin fundamental dalam Kekristenan
Kemanusiaan Yesus Kristus selalu muncul dalam berbagai kredo oikumenikal di abad permulaan (Pengakuan Iman Rasuli, Nicea Konstantinopel, Kalsedon). Gereja memiliki keunikan tersendiri, namun menyepakati pokok pengakuan iman yang sama yaitu Kristus sebagai Tuhan dan manusia.
2. Inkarnasi Kristus adalah salah satu alat uji mendeteksi bidat atau ajaran yang salah
Bagi yang menolak ajaran ini adalah bidat atau Antikristus.
1 Yohanes 4:2-3 (TB) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
3. Inkarnasi Kristus dinubuatkan dan disingkapkan di seluruh kitab suci
Sejak awal Allah menjanjikan keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular (Kejadian 3:15). Nubuat ini digenapi melalui keturunan Abraham (Kejadian 12:3,7)
Kejadian 3:15 (TB) Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Kejadian 12:3 (TB) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Kejadian 12:7 (TB) Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
2 Samuel 7:12 (TB) Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Galatia 3:16 (TB) Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
Matius 1:1 (TB) Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Petunjuk Alkitab
A. Proses Manusia
1. Yesus dilahirkan dari seorang perempuan
Walaupun kehamilan Maria bersifat supranatural (Lukas 1:34-35) tetapi proses pertumbuhan dan kelahiran Yesus terlihat natural (Lukas 2:6-7) "tibalah waktunya Maria untuk bersalin".
Pengakuan iman seluruhnya mengakui Yesus diperankan dari perawan Maria.
Lukas 1:34-35 (TB) Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Lukas 2:6-7 (TB) Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
2. Yesus mengalami pertumbuhan secara manusiawi
Di satu sisi, Yesus mengetahui segala sesuatu, namun di sisi lain sebagai manusia, pengetahuan Yesus berkembang seiring proses pertumbuhan.
Dia yang melampaui waktu, bersabar untuk berproses dalam waktu.
Lukas 2:40, 50 (TB) Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
B. Pengalaman Manusia
1. Yesus mengalami berbagai keterbatasan sebagai manusia
Dalam hakikatNya sebagai manusia, Yesus mengalami keterbatasan secara jasmani, emosi, maupun mental
Secara Jasmani:
Matius 4:2 (TB) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Yohanes 4:6-7 (TB) Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
Secara Emosi:
Matius 26:37 (TB) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
Markus 10:14 (TB) Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Secara Mental:
Markus 5:30 (TB) Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Markus 9:21 (TB) Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
2. Yesus menderita pencobaan yang berat
Walaupun Yesus menderita pencobaan yang berat, Yesus tidak pernah berbuat dosa.
Ibrani 4:15 (TB) Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Ketika Yesus mengalami pencobaan, Dia tidak berbuat dosa. Yesus menang atas pencobaan bukan berarti pencobaannya ringan, melainkan Yesus yang kuat bertahan sampai akhir melawan pencobaan.
Kristus adalah satu-satunya manusia yang menanggung luka paling banyak, paling beragam, dan paling kejam. Semua bentuk luka sudah pernah Dia tanggung bagi kita.
3. Yesus mengalami kematian secara jasmani
Allah yang kekal dan tidak takluk kepada kematian.
1 Timotius 6:16 (TB) Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
Yesus menambahkan hakikat kemanusiaan pada diriNya supaya Dia bisa mengalami kematian demi menanggung upah dosa akibat dosa-dosa manusia.
Roma 8:3-4 (TB) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Yesus mengambil rupa manusia supaya bisa mengambil alih kutuk hukum Taurat menjadi tebusan atas hukuman kematian atas kegagalan menaati hukum Taurat. Dosa manusia tidak sepadan jika ditebus dengan korban bakaran yang terbatas.
4. Yesus menunjukkan ketergantungan pada Allah
Yesus mengandalkan firman Tuhan dalam menghadapi pencobaan.
Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Yesus sering berdoa terutama pada momen penting dalam pelayananNya.
Lukas 5:16 (TB) Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Misalnya ketika dibaptis atau memilih murid Nya.
Lukas 3:21 (TB) Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
Lukas 6:12 (TB) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
C. Pengharapan Manusia
1. Yesus bangkit dari kematian secara jasmani
Yesus bangkit dengan tubuh yang sama dengan tubuhNya pada saat disalibkan.
Lukas 24:39 (TB) Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
Hanya saja, tubuh kebangkitan adalah tubuh yang lebih mulia dan kekal.
1 Korintus 15:45 (TB) Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Yohanes 20:19 (TB) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Filipi 3:20-21 (TB) Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Refleksi
1. Yesus yang tidak terbatas rela berproses sebagai manusia
2. Yesus yang tidak terbatas rela menambahkan hakikat manusia yang terbatas untuk merasakan penderitaan manusia
Catatan Penting
Kesejatian kemanusiaan Yesus dianalogikan sengan Adam sebelum kejatuhan kedalam dosa (Kejadian 1-2) bukan dengan semua keturunannya yang sudah berdosa.
Yesus dikandung oleh Maria, apakah berarti Yesus dikandung dan diperanakkan dalam dosa? Bukan. Yesus pada saat dikandung Maria adalah sama seperti Adam pada saat pertama kali diciptakan oleh Allah. Sehingga Yesus dilahirkan kudus dan tidak seperti manusia lain yang sudah jatuh dalam dosa.
Ibrani 4:15 (TB) Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Comments
Post a Comment