Mengapa Saya Kristen #12: Kebangkitan Kristus | Ev. Anneke
Mengapa Saya Kristen #12: Kebangkitan Kristus
Ev. Anneke
Reformed Exodus Community
27 April 2025
Kematian dan kebangkitan Kristus adalah seperti dua sisi mata uang, di mana keduanya harus menjadi dasar Kekristenan.
John MacArthur
The truth of the resurrection gives life to every other area of gospel truth. The resurrection is the pivot on which all of Christianity turns and without which none of the other truth would much matter. Without the resurrection, Christianity would be do much wishful thinking, taking it's place alongside all other human philosophy and religious speculation.
Jika Kristus benar-benar tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman Kekristenan.
Timothy Keller
If Jesus rose from the dead, then you have to accept all that he said; if he didn't rise from the dead, then why worry about any other what he said? The issue in which everything hangs is not whether or not you like his teaching but whether of not he rose from the dead.
Tanpa kebangkitan tidak mungkin ada Kekristenan maupun keselamatan
1 Korintus 15:14, 16-17
1 Korintus 15:14 (TB) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
A. Fakta Kebangkitan Kristus
Kebangkitan adalah fakta yang didukung oleh fakta historis, bukan sekedar dongeng.
1. Kubur Kosong
Kalau kubur Yesus tidak kosong, maka sia-sialah iman Kekristenan. Mayat Kristus tidak ditemukan di kubur adalah fakta minimal yang memerlukan penjelasan rasional.
Gary B. Habermas, Ph.D. menyelidiki lebih dari 1400 paper akademis dari 1975 -2003 mulai dari teologi Liberal hingga Orthodox.
Bagaimana kita mempercayai kubur Yesus yang kosong?
1) Tradisi kuno Yahudi mengakui kubur yang kosong dan mengusulkan teori "tubuh Yesus dicuri" sebagai penjelasan.
Matius 28:11-15, juga the Toledoth Jesu & tulisan polemis lainnya.
Matius 28:11-15 (TB) Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Teori tubuh Yesus dicuri tidak masuk akal karena:
1. Kondisi psikologis murid yang terpukul karena Mesias yang diandalkan justru mati di tangan pemerintahan Romawi
2. Kubur Yesus dijaga oleh serdadu-serdadu Romawi, bagaimana murid-murid Yesus yang mayoritas nelayan yang tidak memiliki latar belakang prajurit dan tidak memiliki persenjataan mampu melawan serdadu? Kecil kemungkinan bahkan tidak mungkin.
3. Murid-murid Yesus tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dengan mencuri mayat Yesus. Sebaliknya, murid-murid Yesus justru memberitakan Injil dengan sukarela bahkan mereka menderita hingga mati. Tidak mungkin orang mau menyebar hoax jika tidak mendapatkan keuntungan tapi malah justru menderita.
2) Kubur Yesus tidak dijadikan tempat ziarah pada abad ke-1 Masehi
Tradisi berziarah ke makam tokoh-tokoh religius yang dianggap penting cukup marak dalam tradisi Yahudi. Ketidakadaan tradisi seperti itu untuk Yesus menunjukkan bahwa mayat Yesus memang tidak lagi berada dalam kubur tersebut. Pada abad ke 4 barulah kaisar Konstantinus memulai tradisi ziarah ke kubur Yesus.
3) Peristiwa penguburan dikaitkan dengan dua tokoh terpandang dalam komunitas Yahudi
Nikodemus dan Yusuf Arimathea adalah dua orang berpengaruh di San Hedrin (Mahkamah Agama) yang tertulis di Alkitab. Ini menunjukkan bahwa penulis Alkitab dapat diverifikasi kebenarannya. Jika penguburan dan kubur kosong hanyalah karangan para rasul, mereka tidak akan berani mencantumkan nama Yusuf Arimatea dan Nikodemus, karena orang-orang Yahudi akan dengan mudah melakukan verifikasi dan menemukan kebohongan tersebut.
2. Saksi Mata
Apakah saksi mata memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya?
Saksi mata kebangkitan Yesus berjumlah ratusan orang. Mereka menyaksikan Yesus yang bangkit dalam berbagai kesempatan yang berbeda. Sebagian besar juga masih hidup pada zaman Paulus.
1 Korintus 15:5-8 (TB) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
1) Para perempuan sebagai saksi pertama
Dalam tradisi Yahudi, kesaksian para wanita tidak terlalu dihargai. Jika para rasul ingin mengarang kisah kebangkitan, mereka pasti tidak akan memilih para perempuan sebagai saksi-saksi pertama.
Lukas 24:11 (TB) Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.
2) Transformasi hidup para saksi mata
Orang-orang yang dahulu tidak percaya (Yakobus, Paulus, dsb) atau takut (11 murid) akhirnya berani mempertaruhkan kenyamanan dan kehidupan demi berita kebangkitan. Biasanya orang rela menyebarkan berita bohong karena mendapat keuntungan, tetapi tidak dengan para rasul yang justru disiksa karena pemberitaan Injil. Jika mereka mengarang sendiri kisah itu, mungkinkah mereka akan rela menderita dan mati demi kebohongan yang mereka ciptakan?
Kisah Para Rasul 20:24 (TB) Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
3) Tidak mungkin hasil halusinasi
Halusinasi hanya terjadi pada satu atau dua orang, sedangkan kebangkitan Yesus disaksikan oleh ratusan orang para kesempatan yang berlainan, seringkali secara bersamaan
Teori ini tidak bisa menjelaskan pertobatan Paulus yang baru bertobat tiga tahun setelah Yesus bangkit.
1 Korintus 15:9-10 (TB) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Dalam banyak kasus, perjumpaan dengan Yesus melibatkan interaksi jasmaniah (makan bersama, memegang tubuh, dsb).
4) Tidak ada dukungan untuk legenda
Secara umum sebuah legenda membutuhkan waktu minimal 50tahun untuk berkembang dan dipercayai secara luas. Gaya sastra dalam kisah kebangkitan sangat berbeda dengan kisah-kisah legenda, baik dalam agama misteri maupun Kristen-kristen awal.
3. Perkembangan Kekristenan
Dalam waktu sekitar satu dekade Kekristenan sudah mencapai kota Roma dan menimbulkan perhatian kaisar (Kisah Para Rasul 18:2).
Kisah Para Rasul 18:2 (TB) Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
Kemajuan ini didukung oleh orang-orang yang sederhana, tanpa senjata maupun berita yang populis. Penjelasan yang paling masuk akal adalah fakta dan kuasa kebangkitan Yesus.
Kekristenan disebarkan oleh orang yang tidak berpengaruh, seperti nelayan yang sederhana.
Setelah Yesus bangkit, perkembangan Kekristenan semakin pesat terlebih setelah Yesus bangkit. Apalagi di jaman dahulu tersebar begitu cepat dari Yerusalem ke Roma yang berjarak 4.000 kilometer tanpa bantuan komunikasi seperti sekarang.
1) Bukan dari pengaruh agama Yahudi
Kebangkitan Yesus dengan tubuh kemuliaan sangat asing dalam tradisi Yahudi. Mereka lebih terbiasa untuk kebangkita di akhir zaman (Yohanes 11:23-26) atau langsung singkat ke Sorga (Kejadian 5:24, 2 Raja-raja 2:11)
Yohanes 11:23-26 (TB) Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Kejadian 5:24 (TB) Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
2) Bukan dari pengaruh agama misteri
Pengaruh agama misteri Romawi di Palestina sangat kecil. Perbedaan yang ada juga jauh lebih fundamental dan banyak daripada kesamaannya. Lagipula dari tradisi orang Yahudi yang sangat religius, para rasul tidak akan meminjam dari agama lain.
B. Makna Kebangkitan Kristus
1) Mengalahkan upah dosa yaitu maut
Roma 6:23 (TB) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
1 Korintus 15:54-55 (TB) Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
Yesus bukan hanya menyelesaikan dosa dalam manusia, tetapi juga upah dosa yaitu kematian jasmani maupun rohani. Ketika Yesus mati, kuasa dosa dikalahkan. Ketika Yesus bangkit, kuasa maut dikalahkan.
Kematian secara rohani dipikul oleh Yesus di atas kayu Salib ketika dia ditinggalkan oleh BapaNya dan berteriak Eli Eli lama labakhtani, itulah makna dari neraka yaitu keterpisahan dengan Allah Bapa di Sorga.
2) Membuktikan klaim Yesus sebagai Anak Allah
Kebangkitan Yesus merupakan peneguhan ilahi (Roma 1:3-4, Kisah Para Rasul 5:30-31) yaitu Yesus bagkit (sebagai Allah) maupun dibangkitkan (oleh Bapa sebagai Anak Allah). Kisah pertobatan Paulus merupakan contoh yang paling jelas (Kisah Para Rasul 9) dari yang semula menentang dan menolak Yesus menjadi pengikut Yesus.
Roma 1:3-4 (TB) tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
Kisah Para Rasul 5:30-31 (TB) Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
3) Memampukan kita untuk memiliki kebaruan hidup
Kebangkitan Kristus memberikan fokus yang baru, tujuan yang baru bagi hidup kita.
Roma 6:4, 11 (TB) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
4) Memberikan kemenangan dan pengharapan di tengah penderitaan kita
Kebangkitan Yesus menyediakan kekuatan untuk bertahan dalam penderitaan, bahkan di tengah keputusasaan.
1 Korintus 15:30, 32 (TB) Dan kami juga — mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
2 Korintus 1:8-9 (TB) Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.
5) Menjamin keselamatan dan kebangkitan tubuh kita
Kebangkitan Yesus merupakan buah sulung dan pokok kebangkitan yang menjadi jaminan bagi kebangkktan tubuh seluruh orang percaya
Yesus adalah yang sulung karena hanya dia yang pertama memakai tubuh kemuliaan, meskipun ada beberapa orang lain yang pernah dibangkitkan sebelum Yesus seperti anak janda di Sarfat, anak Yairus, Lazarus, dll.
Jika Kristus tidak keluar dari kubur, Dia tidak bisa berdiam dan berkuasa di dalam hati kita, karena Dia hanyalah seorang manusia.
1 Korintus 15:20-23 (TB) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
Mengapa saya Kristen?
1. Karena Yesus adalah kebenaran
2. Karena Yesus telah bangkit mengalahkan maut
Kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa Allah telah menyelesaikan persoalan terbesar bagi manusia yaitu dosa dan mengalahkan ketakutan terbesar manusia yaitu maut. Sehingga dosa dan maut tidak lagi berkuasa atas orang percaya karena sudah diselesaikan oleh kematian dan kebangkitan Kristus.
Karena Kristus telah menebus kita dengan kematianNya dan mengalahkan maut dengan kebangkitanNya, maka sepatutnya kita hidup dalam kebenaran dan mengerjakan keselamatan dengan penuh ucapan syukur sehingga pengorbananNya bagi kita tidak sia-sia.
Comments
Post a Comment