Mengapa Saya Kristen #11: Kematian Kristus | Ev. Kevin
Mengapa Saya Kristen #11: Kematian Kristus
20 April 2025
Ev. Kevin
Reformed Exodus Community
Signifikansi Fakta Kematian Kristus melalui Penyaliban
Banyak yang mempertanyakan kebenaran kematian Kristus. Secara historis fakta ini tersedia untuk kita. Tanpa fakta tidak mungkin ada kuasa dalam kematian Kristus. Sesuatu yang tidak pernah ada tidak mungkin memiliki kuasa yang nyata.
Seandainya salib Kristus tidak benar terjadi maka penyaliban Kristus hanya sekedar mitos, namun penyaliban Kristus membawa perubahan yang radikal untuk menebus seluruh alam semesta.
The Christian community is a community of the cross, for it has been brought into being by the cross, and the focus of its worship. Is the Lamb once slain, now glorified.
Mengapa Mempelajari Kematian Kristus?
Bantahan dari Pihak Islam
An Nisa 157-158 (Quran 4:157-158)
dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,1 padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang siapa yang dibunuh. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,tetapi Allah telah mengangkat Isa kehadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
(1) Jemaat mula-mula tidak mungkin mengarang cerita yang "buruk"
1 Korintus 1:22-23 (TB) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
(2) Proses legal penyaliban sesuai dengan kebiasaan pada waktu itu
Di satu sisi, bangsa Yahudi tidak miliki gak. Untuk menjatuhkan hukuman mati secara legal, sehingga dibutuhkan legitimasi dari pejabat Romawi (Herodes dan Pilatus). Di sisi lain, inisiatif untuk menyalibkan harus datang dari bangsa Yahudi, karena menurut hukum Romawi Yesus tidak pantas disalibkan.
Cruxifiction - Martin Hengel
(3) Fakta penyaliban diteguhkan oleh banyak penulis kuno yang non-Kristen dari berbagai tradisi
Berbeda dengan klaim dari pihak Islam yang baru muncul di abad ke 7 dan dicatat hanya oleh para penulis Muslim, kematian Kristus di kayu Salib dicatat oleh banyak penulis kuno baik dari tradisi Yahudi, Romawi, dan Persia. Sebagian dari mereka malah bersikap negatif terhadap Kekristenan.
Jesus Outside the New Testament
Robert E. Van Voorst
Tulisan Lain di Luar Kristen
Banyak orang lain di luar Kristen yang mencatat kejadian penyaliban Kristus:
1. Flavius Josephus
Josephus adalah Jendral di Galilea yang tidak disukai bangsa Yahudi, dia bukan pengikut Kristus.
"Sekitar waktu ini hiduplah Yesus, seorang manusia yang bijaksana, jika hari ini sungguh-sungguh layak untuk menyebutnya sebagai manusia, karena ia adalah seorang pembuat tindakan-tindakan ajaib dan seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran itu dengan penuh hasrat. Ia memenangkan banyak orang Yahudi maupun Yunani. Ia adalah Mesias. Pilatus, ketika Ia mendengar dia dituduh oleh para pemimpin kita, menghukum Dia di tiang Salib, tetapi mereka yang pertama-tama telah mengasihi dia tidak berhenti, karena pada hari ketiga dia menampakkan diri kepada mereka kembali dalam keadaan hidup, sebab para nabi Allah telah menubuatkan hal-hal ini dan banyak lagi hal lain tentang dia. Sampai hari ini, suku Kristen, yang diberi nama berdasarkan namanya, tidak musnah."
2. Para Rabi Yahudi
Hal ini diajarkan: pada hari sebelum Paskah mereka menggantung Yesus. Seorang urusan berjalan di depannya selama 40 hari [sambil berkata]: "Ia akan dirajam batu karena Ia mempraktikkan sihir dan menipu Israel sehingga tersesat. Barangsiapa mengetahui apapun juga untuk membela diri biarlah Ia maju ke depan dan membelanya." Namun tidak ada satupun yang ditemukan untuk membela dia dan mereka menggantungnya pada hari sebelum Paskah.
3. Tacitus
Tetapi tidak ada usaha manusia atau kebaikan kaisar atau pendamaian dengan dewa-dewa bisa mengakhiri keyakinan yang memalukan bahwa kebakaran itu telah diatur. Karena itu, untuk meredam rumor, Nero mencari kambing hitam dan menghukum dengan cara yang paling luar biasa mereka yang dibenci karena tindakan-tindakan mereka yang memalukan, yang oleh banyak orang disebut 'Chrestian'. Pendiri nama ini, Chrestus, dihukum mati pada zaman Tiberius oleh wali negeri Pontius Pilatus. Walaupun sempat ditekan beberapa saat, tahayul yang mematikan ini muncul lagi, bukan hanya di Yudea, tempat asal kejahatan ini, tetapi juga di kota [Roma].."
4. Mara Bar Serapion
"Apalagi yang bisa kita katakan ketika orang-orang bijaksana diusir dengan paksa oleh penguasa, hikmat mereka dikuasai cemooh, dan pikiran mereka ditekan serta tanpa pembelaan? Apakah untung yang diperoleh Athena dengan membunuh Socrates, yang karena hal ini mereka dibalas dengan kelaparan dan wabah penyakit? Atau orang-orang Samos dengan membakar Pythagoras, karena negeri mereka seluruhnya terkubur oleh pasir dalam tempo satu jam? Atau orang-orang Yahudi [dengan membunuh] raja mereka yang bijaksana, karena kerajaan mereka diambil dari mereka pada saat itu? Allah dengan adil membalas hikmat tiga orang ini: orang-orang Athena mati karena kelaparan, orang-orang Samos seluruhnya diterjang laut, orang-orang Yahudi terkucilkan dan diusir dari kerajaan mereka dan sekarang tersebar ke setiap negara. Socrates tidak mati karena Plato, begitu pula Pythagoras karena patung Juno, atau raja yang bijaksana itu karena hukum-hukum yang baru ia letakkan."
5. Lucian Samosata
"Selama periode ini [Peregrinus] berkumpul dengan imam-imam dan ahli-ahli kitab orang Kristen di Palestina dan belajar hikmat mereka yang menakjubkan. Tentu saja, dalam waktu yang pendek ia menjadikan mereka tampak seperti anak-anak; ia adalah nabi, pemimpin, kepala rumah ibadah (synagogue) dan setiap hal bagi mereka, semua dilakukannya sendiri. Ia menjelaskan dan menafsirkan beberapa dari kitab suci mereka, dan bahkan beberapa ditulisnya sendiri. Mereka melihat dia sebagai dewa, menjadikan dia sebagai pemberi hukum, memilih dia sebagai pola resmi dari kumpulan mereka, atau paling tidak sebagai wakil pola. Dia hanya menjadi orang kedua jika dibandingkan dengan dia yang mereka sembah sekarang: orang dari Palestina yang disalibkan karena ia membawa bentuk ajaran baru ke dalam dunia."
(4) Fakta penyaliban diakui oleh para teolog liberal
Mereka yang tidak mengakui Otoritas Alkitab dan sering mempersoalkan historisitas kisah-kisah di dalamnya sepakat bahwa penyalkban Yesus adalah fakta yang kokoh.
The crucifixion of Jesus by the Romans is one of the most secure facts we have about his life. Whenever anyone writes a book about the historical Jesus, it is really important to see if what they say about his public ministry can make sense of his death.
Leudemann
Jesus death as a consequence of crucifixion is indisputable. (Luedemann, 50).
Apakah Keselamatan Harus Melalui Salib?
Allah tidak harus menyelamatkan orang yang berdosa. Ketika Dia sudah memutuskan untuk melakukannya, Salib menjadi satu-satunya cara.
Salib memuaskan semua sifat Allah
Roma 3:24-26 (TB) dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Emil Brunner
The cross is the only place where the loving, forgiving, merciful God is revealed in such a way that we perceive that His holiness and His love are equally infinite.
Penebusan Yesus harus melibatkan tiga unsur: darah, ketidakbersalahan, dan kutukan ilahi
Ibrani 9:22 (TB) Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
2 Korintus 5:21 (TB) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Galatia 3:13 (TB) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Salib Kristus bukan sebuah tragedi atau kecelakaan, melainkan penggenapan semua detail rencana penebusan sejak awal (Kejadian 3:15)
Comments
Post a Comment