Menyadarkan Diri Melalui Doa | Pdt. Chandra Wim

Menyadarkan Diri Melalui Doa 
Pdt. Chandra Wim
Reformed Exodus Community
18 Mei 2025


Suatu hari ada pasangan senior yang sudah lanjut usia, melihat tetangga yang menjemur pakaian kotor. Ternyata yang kotor bukan baju yang dicuci tetangga, tetapi lensa yang belum dibersihkan. Demikian pentingnya perspektif yang digunakan untuk melihat realita. Ibadah ibarat sarana untuk mengkalibrasi lensa yang kita gunakan dalam melihat kehidupan. Sebagai orang Kristen, Doa Bapa Kami menjadi dasar atau landasan yang penting bagi perspektif kita. 

The Lord's Prayer
Doa Bapa Kami 
Matius 6:9-13 (TB)  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] 

Dalam berbagai aspek kehidupan kita, hendaklah kita berpusat pada kepentingan Allah (God centered life). Doa kita mencakup tiga hal:
1. Provision
Ayat 11: Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Matthew 6:11 (NET) Give us today our daily bread,

Tuhan menginginkan kita untuk berdoa hal-hal yang dasar (mundane) karena tidak ada hal yang terlalu remeh bagi Allah. Doa bukan berarti menginformasikan kepada Allah apa yang kita butuhkan, tetapi doa adalah dependensi dan relasi antara Bapa dan anak. Tuhan sudah terlebih dahulu mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita memintanya. Tetapi ada maksud mengapa Tuhan ingin kita meminta, yaitu supaya kita bergantung setiap hari kepadaNya. Doa adalah disiplin rohani. Doa "kami" bukan bersifat personal tetapi komunal dan eklesial. Kita berdoa bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk orang lain juga, sehingga kita perlu berpartisipasi untuk menolong orang lain. Tuhan pun dapat menolong kita melalui orang lain. 

2. Confession
Ayat 12: ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kamu juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Matthew 6:12 (NET) and forgive us our debts, as we ourselves have forgiven our debtors.

Ada pengakuan dosa dalam doa Bapa Kami. 
Kita semua orang berdosa. Mengakui kesalahan itu sulit. Itu sebabnya doa Bapa Kami mengajarkan permohonan atas pengampunan dosa. Betapapun kita berdosa, tidak ada tempat terbaik daripada rumah Bapa, karena Dia penuh pengampunan. Bukan karena kita layak diampuni, tetapi karena kasih Allah yang mengampuni. When you sin, run to the Father, not run from the Father. Kematian dan kebangkitan Kristus sudah cukup untuk menebus dan mengampuni seluruh dosa kita, tetapi kita perlu meminta ampun kepada Allah untuk memulihkan relasi yang rusak karena dosa. Permohonan atas pengampunan dosa bukan hanya relasi dengan Allah, tetapi juga relasi dengan sesama manusia berdosa lainnya. Karena Allah telah beranugerah mengampuni kita, demikian pula hendaknya kita merefleksikan pengampunan kepada sesama kita. 
 
3. Protection
Ayat 13: janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat
Matthew 6:13 (NET) And do not lead us into temptation, but deliver us from the evil one.

Kita hidup dalam peperangan rohani yang harus dihadapi oleh sebab si jahat atau Iblis yang menjerat manusia. Yesus sendiri pun dicobai oleh Iblis, namun Yesus lepas dari pencobaan atas perlindungan Allah. Yesus sudah rela menerima cawan penderitaan agar kita terlepas dari jerat dosa. 

Mazmur 121:1-5 (TB)  Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 
TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 




 

Comments

Popular Posts