Kristus Pembela Agung Kita | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.

Kristus Pembela Agung Kita 
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D. 

Banyak orang terlihat ceria namun merasa sendiri (lonely). Seseorang memerlukan pribadi yang lain untuk menemani dan membela. Kristus naik ke surga supaya bisa selalu ada untuk kita. 

Roma 8:31-34 (TB) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Tentang surat Roma
Surat Roma adalah teologis sekaligus praktis. 
Pasal 1-11 berisi doktrin, ajaran teologis yang cenderung teoritis. 
Pasal 12- sisanya mengajarkan hal-hal yang praktis dan moralis. 
Surat ini ditulis untuk mengajarkan perilaku, moralitas, etika yang benar sesuai dengan ajaran teologis yang benar. Karena tidak semua ajaran agama itu benar. 

Contohnya, ada pendapat bahwa semua agama baik dan benar. Padahal ada agama yang mengajarkan untuk mengorbankan manusia lain sebagai persembahan kepada dewanya. Padahal, ini bukanlah hal yang baik. 
Contoh lain, ada agama yang mengajarkan untuk berbuat baik agar mendapatkan kebaikan selanjutnya untuk kita. Ini bukan kebaikan yang berdasarkan kasih, melainkan memanipulasi orang lain. 
Berbeda dengan ajaran Kekristenan, orang berbuat baik karena didorong oleh kebaikan yang Tuhan sudah lakukan, bukan untuk mendapat balasan kebaikan bagi dirinya sendiri. 

Paulus mengajarkan:
Pasal 1-3 Manusia tidak akan selamat oleh perbuatan baik
Pasal 3-5 Manusia selamat karen anugerah Tuhan 
Pasal 5-8 Kita yang sudah diselamatkan mendapat kepastian pengharapan bahkan di tengah penderitaan karena Allah di pihak kita. 
"Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"

Bukti bahwa "Allah bagi kita" (8:32) 
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 
(Lit. "yang, bahkan (ge) AnakNya sendiri, Dia tidak menyayangkan.." (feidomai, bdk. Kej. 22:12, 16) terjemahan Septuaginta). Allah sudah menunjukkan kasihNya yang terbesar melalui anakNya yang tidak disayangkan. 

Masih menuntut Bapa untuk membuktikan kasihNha merupakan penghinaan terhadap keberhargaan Kristus bagi kita. 

Hasil dari pengorbanan Anak Allah:
1. Tidak ada yang menggugat orang-orang pilihan Allah
Roma 8:33 (TB) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
- "menggugat" = mengunduh, mendakwa (Kis 19:38-40; 23:28-29) 
- bukan berarti tidak ada yang menuduh (Wahyu 12:10, 1 Yohanes 3:20). Kadang kala hati kita sendiri pun menuduh kita tidak layak. 

Injil tidak memberi ruang untuk kesombongan. 
Injil juga tidak memberi ruang untuk keminderan. Tidak ada yang terlalu berdosa sehingga tidak bisa diampuni oleh Tuhan. 
You are so loved

2. Tidak ada yang menghukum orang-orang pilihan Allah
Siapakah yang akan menghukum mereka?
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Roma 8:1 (TB) Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 

Tidak ada lagi penghukuman bagi umat Allah, karena karya penebusan yang sempurna menanggung kutukan Taurat. 
Roma 8:3 (TB) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 

Galatia 3:10-13 (TB)  Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 
Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 
Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.  
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 

Upah dosa adalah maut, tetapi kita bersyukur di dalam Kristus, upah dosa telah dikalahkan atas karya penebusan yang sempurna
 Roma 6:23 (TB) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 
Roma 4:25 (TB) yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.  

Karya penebusan yang sempurna: Kristus bertahta di sorga, memerintah semua makhluk
Roma 8:38-39 (TB) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, berdoa syafaat bagi kita
yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (8:34b) 
Lit. "Yang berdoa syafaat bagi kita" (entynchano) bdk. 8:27. Sebelumnya Roh Kudus berdoa bagi kita, sekarang Kristus sendiri yang berdoa bagi kita. Yesus senantiasa hidup di sorga untuk mendoakan kita. 

Ibrani 7:25 (TB) Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Kita tidak pernah sendirian saja. Kristua selalu ada untuk mendoakan dan membela kita di sebelah Bapa. 

Jika asa doa kita yang tidak dikabulkan oleh Bapa, yang kita doakan mungkin tidak bermanfaat bagi keselamatan kita, atau bukan yang terbaik bagi kita. 





Comments

Popular Posts