Pengutusan: Mata Rantai Keselamatan | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Pengutusan: Mata Rantai Keselamatan
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
07 September 2025
Ada berapa banyak faktor dan peristiwa yang menuntun pada keselamatan Anda dalam Kristus?
Untuk menyelamatkan satu orang, Tuhan dapat memakai berjuta faktor yang kompleks, yang tidak terpikirkan oleh kita. Sama seperti hidangan yang dapat sampai ke meja kita, tidak dapat kita nikmati begitu saja tanpa serangkaian peristiwa yang terjadi.
Roma 10:14-15 (TB) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Ketika Paulus menulis ini, Paulus tidak menulis tentang penginjilan tetapi tentang posisi bangsa Israel yang diselamatkan bukan dari perbuatan baik, namun melalui iman di dalam Yesus Kristus. Ayat 14 diawali dengan kata "tetapi", yang berkaitan dengan ayat sebelumnya. Paulus menerangkan bahwa keselamatan itu melalui iman dalam Kristus, sangat sederhana dan tidak seperti keselamatan yang dituntut oleh orang Yahudi, yaitu secara sempurna menaati semua hukum Taurat.
Roma 10:13 (TB) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Masuk surga bukan karena tidak punya dosa. Jika masuk surga karena tidak punya dosa, maka tidak akan ada manusia yang bisa masuk surga. Kebaikan manusia tidak akan bisa menebus segala dosa yang telah diperbuatnya. Natur manusia yang berdosa tidak akan bisa menyamai kesucian Allah. Hanya oleh penebusan Kristus manusia dapat diselamatkan.
Berseru dalam Nama Tuhan
"Berseru" (epikaleĊ) : call on/ call upon.
Frasa "barangsiapa berseru kepada Tuhan akan diselamatkan" (10:13) - kutipan dari Yoel 2:32--> meminta tolong kepada Tuhan di tengah bahaya penghukuman.
Yoel 2:32 (TB) Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."
"Percaya" (pistueĊ) = beriman.
Pengakuan verbal ("mengaku dengan mulut") - mengaku dan berseru percaya kepada Yesus,
"Believe that" versus "believe in": percaya bukan hanya bahwa Allah dapat menyelamatkan, tetapi percaya pada Allah yang menyelamatkan. "Percaya bahwa" berarti membutuhkan persetujuan intelektual, namun "percaya pada" berarti memiliki iman yang murni dan secara eksistensial percaya sepenuhnya kepada Kristus yang menyelamatkan oleh anugerah.
"Berseru kepadaNya.. Percaya kepada Dia?" (10:16)
- keselamatan terjadi ketika seseorang percaya bahwa "Yesus adalah Tuhan" (10:9)
- Kristua disebut sebagai "Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang (10:12).
Bagaimana Percaya Kepada Kristus?
berseru << percaya << mendengar << ada pemberita << ada yang diutus
Dari pihak Allah, sebuah jalan keselamatan yang jauh lebih mudah sudah disediakan. Dari pihak manusia, para pekabar Injil diperlukan untuk memastikan bahwa Kabar Baik ini benar-benar sampai sasaran.
Roma 10:15 (TB) Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Roma 10:15 dikutip dari Yesaya 52:7
Konteks kutipan ini adalah janji kelepasan dari ancaman melalui Mesias, Hamba yang Menderita --> di tengah ancaman pembuangan ke Babel, Allah menjanjikan pemulihan.
Yesaya 52:7 (TB) Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
Pemberitaan Injil adalah panggilan mulia uang beranugerah. Bahkan bagian yang terhina dari pemberitanya tetap terlihat indah.
Comments
Post a Comment