Jadikan Aku Saluran Berkat-Mu | Pdt. Heri Kristanto

Jadikan Aku Saluran Berkat-Mu
Pdt. Heri Kristanto
REC Nginden 
21 September 2025

Allah memberkati kita, bukan supaya kita berhenti pada kenyamanan, melainkan supaya melalui kita orang lain dapat merasakan kebaikan, kasih, dan karya keselamatan Allah 😇🙏👼

Kejadian 12:1-3 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."  

Firman Allah kepada Abram merupakan sebagian kecil dari rencana Allah yang besar. 
Ketika manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tidak putus asa kepada manusia dan tetap mengasihi manusia dengan memilih keluarga Nuh (Kejadian 6). Setelah itu manusia bukannya menjadi baik, melainkan tetap menyombongkan diri dan dikuasai dosa, hingga muncullah kisah Menara Babel (Kejadian 11). Alllah memilih keturunan Sem yaitu Abraham (Yosua 24:2).

Yosua 24:2-3 (TB) Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. 
Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya. 

Di tengah-tengah kefasikan manusia  Allah tetap memanggil satu orang untuk menjadi saluran berkat bagi sesamanya agar keselamatan manusia berdosa dapat digenapi. Allah tidak membiarkan manusia terhilang, tetapi Allah memanggil manusia tertentu untuk menjadi saluran berkat. 

Pada waktu Adam dan Hawa diciptakan, Allah sudah memberkati mereka dan semuanya baik. Namun Tuhan kembali memberkati Abraham dengan berkat yang khusus, yang diberikan Allah kepada Abraham yang tidak dimiliki oleh semua bangsa kecuali Abraham rela untuk pergi. Seandainya pada waktu itu Abraham tidak mau pergi, berkat itu tidak akan menyebar ke seluruh bangsa. Bukan hanya berkat jasmani namun juga berkat keselamatan dan pengenalan akan Allah yang digenapi oleh Yesus Kristus. 

Belajar dari Kisah Abraham yang diberkati dan dipimpin langsung oleh Tuhan:
1. Panggilan yang menuntut ketaatan (ayat 1) 
Ini adalah panggilan yang tidak mudah. 
- Abraham meninggalkan sanak saudara: masyarakat kuno lebih suka hidup bersama-sama. Kehidupan mereka sangat komunal, bahkan identitas seseorang ditentukan oleh komunitasnya. Abraham sudah tinggal di zona nyaman di kotanya Ur-Kasdim yang maju namun harus meninggalkan demi destinasi yang tidak jelas. 
- Negeri yang dituju tidak seberapa jelas
Tuhan hanya berfirman: "ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu" (12:1b). Negeri apa yang dimaksud, bagaimana kondisinya, Abraham belum tau. 

Apa yang dialami oleh Abraham juga dialami oleh Yesus (Filipi 2:6) yaitu meninggalkan sorga yang mulia demi dunia yang fana. Ketaatan Yesus pada Bapa menjadikan berkat keselamatan bagi umat yang percaya kepadaNya. 

Berkat selalu dimulai dengan ketaatan kepada panggilan Allah, meski berkat hanya mungkin jika kita rela taat, bahkan ketika itu berarti meninggalkan zona nyaman. 

2. Janji berkat Ilahi (ayat 2) 
Ada tiga janji berkat yang Tuhan berikan:
- Menjadi bangsa yang besar: memiliki banyak anak dan cucu merupakan salah satu wujud berkat Tuhan yang sangat populer di Alkitab. Bahkan sejak awal berkat Allah memang dikaitkan dengan perkembangbiakan ciptaan (1:22, 28; 9:1, 22:17).
- Aku akan memberkati engkau: Abraham diberkati oleh Allah sehingga dapat memenangkan peperangan, hingga mendapat penjarahan dan kaya secara materi. 
- Nama yang masyhur: berkat keturunan dan kesuksesan material pada akhirnya membuat Abraham memiliki nama yang masyhur (1:22). 
Nama masyhur dapat menjadi dosa jika lahir dari ambisi manusia (contoh: Babel) tetapi Abraham justru mendapatkan nama yang masyhur karena anugerah dari Tuhan. 

3. Diberkati untuk menjadi berkat (ayat 3) 
".. Olehmu semua kaum di bumi akan mendapat berkat.. " 
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 
Ada jaminan perlindungan Allah atas Abraham dan keturunannya, sebagai bagian dari rencana keselamatan universal.  Kutuk itu bukan sekedar balasan emosional, tetapi penghakiman Allah atas siapapun yang menolak atau meremehkan rencana keselamatan yang Allah kerjakan melalui Abraham. 

Yesus Kristus adalah penyalur berkat terbesar. Yang dia bagikan bukan hanya berkay jasmaniah yang bisa hilang, melainkan berkat rohani yang kekal. KetaatanNya yang sempurna telah mendatangkan pembenaran dan kehidupan bagi banyak orang (Roma 5:12-21).

Galatia 3:29 (TB) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. 

Roma 5:12-19 (TB) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 
Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.







Comments

Popular Posts