New Life & New Perspective | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
New Life & New Perspective
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
28 September 2025
Sebagian orang Kristen hanya mengalami perubahan tindakan, tetapi tanpa digerakkan oleh perspektif dan motif yang benar.
2 Korintus 5:16-17 (TB) Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Ayat ini dimulai dengan kata "sebab itu" (Ayat 16), dan "jadi" (Ayat 17). Di ayat sebelumnya disebutkan "Kristus mati bagi kita, kita menjadi miliknNya (ayat 15). Kata yang dipakai hõste = "karena itu" (LAI, TB, 5:16, 17). Ini bukan berarti konklusi / aplikasi, tetapi konsekuensi ("sehingga", bdk. 1:8, 2;7).
Penekanan Paulus pada ayat tersebut mencerminkan adanya perubahan perspektif.
- Pengulangan kata "kami" (hēmeis)
- Pengulangan kata "sekarang" (nun = NASB "Therefore from now on we recognize.., yet now we know Him this no longer.."
1. Perubahan cara menilai orang lain
2 Korintus 5:16 (TB) Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
Paulus mengajarkan bagi umat Allah untuk mengubah perspektif, yaitu menilai bukan secara keinginan manusia (daging) "menurut ukuran manusia" (kata sarka, lit. "menurut daging", melainkan menurut perspektif Allah.
Jawaban Paulus terhadap mereka menuduh Paulus merencanakan perjalanannya "menurut keinginannya sendiri" (kata sarca, 1:17), sekaligus sindirajnya tehadap para rasul palsu.
Menilai Kristus "menurut daging" --> "Jika (ei) kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia" --> diasumsikan benar untuk keperluan argumentasi.
Seandainya Paulus pernah menilai Kristus menurut daging (sebelum pertobatan maupun setelah pertobatan Paulus di Kisah Para Rasul 9), itu bukanlah pertobatan kedua, bukan pengabaian terhadap "Yesus Historis", bukan Paulus sebagai saksi mata inkarnasi, bukan terbatas pada pengalaman Paulus ("kami" + "siapa saja yang ada di dalam Kristus") yaitu penulis surat Korintus lainnya. Jika Paulus mengatakan "menurut daging", biasanya mengkontraskan dengan "menurut Roh".
Tidak peduli seseorang pernah melihat atau mengalami Yesus secara langsung, tanpa Roh Kudus mereka tidak mungkin menemukan Yesus yang sejati, yaitu sebagai Penebus dan Pemilik Hidup (bdk. 5:14-15).
Katekismus Heidelberg
Apakah satu-satunya penghiburan Saudara, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati?
Bahwa aku, dengan tubuh dan jiwaku, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati (a), bukan milikku (b), melainkan milik Yesus Kristus, Juruselamatku yang setia (c). Dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya Dia telah melunasi seluruh utang dosaku (d) dan melepaskan aku dari segala kuasa iblis (e). Dia juga memelihara aku (f), sehingga tidak sehelai rambut pun jatuh dari kepalaku di luar kehendak Bapa yang ada di sorga (g), bahkan segala sesuatu harus berguna untuk keselamatanku (h). Karena itu juga, oleh Roh-Nya yang Kudus, Dia memberiku kepastian mengenai hidup yang kekal (i), dan menjadikan aku sungguh-sungguh rela dan siap untuk selanjutnya mengabdi kepada-Nya (j).(
a) . (b) . (c) . (d) . (e) . (f) . (g) . (h) . (i) . (j)
2. Perubahan cara menilai seluruh ciptaan
Transformasi yang komprehensif
- Bukan hanya "manusia baru", tetapi "ciptaan baru", bukan hanya "secara personal" (Efesus 2:10, Galatia 6:14, Wahyu 21:1-4: bdk. Yes 65).
Transformasi yang Radikal
- "yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (ayat 17b) --> "sesungguhnya" (dou) = lit. "Lihatlah! " + "sudah" (2x). Fakta bahwa kita dijadikan ciptaan baru, maka kita memiliki iman bahwa Tuhan juga akan mengubah dan memperbaharui semua ciptaan (langit dan bumi yang baru).
Kristus datang untuk memulihkan dunia, bukan untuk memuaskan ambisi duniawi Anda.
Comments
Post a Comment