Tidak Berdoa adalah Dosa | Ev. Troy Hendratno

Tidak Berdoa adalah Dosa 
Ev. Troy Hendratno
20 Juli 2025

Seringkali orang Kristen tidak berdoa karena berbagai-bagai alasan: capek, tidak ada waktu, sakit, dsb. Apakah kita pernah memikirkan konsekuensi / akibat dari tidak berdoa? 

1 Samuel 12:23-25 (TB) Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. 
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu." 

1. Mengapa Tidak Mendoakan Orang Lain adalah Dosa? 
- Hanya doa yang sanggup membawa orang berdosa kembali kepada Tuhan. Samuel adalah nabi sekaligus hakim, yang mengajar sekaligus mengadili. Bangsa Israel menolak Tuhan sekaligus menolak Samuel sebagai pilihan Tuhan untuk memimpin mereka, dan meminta dipimpin Raja. Samuel memperingatkan bahwa hal tersebut adalah dosa, dan bangsa Israel kemudian takut akan hukuman Tuhan dan meminta didoakan oleh Samuel. Bagi Samuel berdoa bagi bangsa Israel bukan hanya kewajiban dan panggilan sebagai nabi namun juga bukti kasih Samuel terhadap bangsa Israel. Begitu juga tugas kita untuk mendoakan orang-orang yang kita kenal namun belum mengenal Kristus. "jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu.. " (ayat 23b). Penekanan pada doa "hanya/ moreover" (ESV, NASB, RSV) 
- Tidak mendoakan orang lain berarti menolak ajakan Tuhan untuk bekerja bersama denganNya. Menolak untuk mendoakan orang lain merupakan sebuah penghinaan. 
Ezekiel 22:30 (NET)  “I looked for a man from among them who would repair the wall and stand in the gap before me on behalf of the land, so that I would not destroy it, but I found no one.
2. Alasan-alasan untuk Tidak Berdoa
Samuel dapat saja beralasan untuk tidak berdoa, seperti sudah tua, dipensiunkan, dikhianati oleh orang-orang yang selama ini dia doakan. Bangsa Israel tidak mau lagi dipimpin oleh yang dipilih oleh Tuhan yaitu Samuel, dan lebih menginginkan Raja baru pilihan mereka sendiri. 
Seringkali kita juga mengabaikan untuk tidak berdoa karena tidak ada waktu. Barna Research menunjukkan manusia menghabiskan waktu 24 menit sehari untuk berganti pakaian, 40 menit per hari untuk melihat HP, 1 jam untuk di kamar mandi, dan kurang dari 10 menit untuk berdoa. Sehingga tidak ada waktu untuk berdoa adalah alasan yang tidak masuk akal. 

3. Bagaimana cara untuk tetap setia mendoakan orang lain? 
Mengasihi Tuhan lebih dari anak dan keluarga. 
1 Samuel 12:1-2 (TB) Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu.
Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. 
Samuel adalah keturunan bani Korah yang bertugas melayani di bait Allah, namun bani Korah tidak dianggap sebagai imam karena pelayanan yang tidak seberapa. Kemudian bani Korah membantah dan memberontak sehingga menyebabkan Tuhan murka. 

Bilangan 26:9 (TB)  dan anak-anak Eliab ialah Nemuel, Datan dan Abiram. Datan dan Abiram, orang-orang yang dipilih oleh umat itu, ialah orang-orang yang telah membantah Musa dan Harun dalam kumpulan Korah, ketika mereka membantah TUHAN, 

Bilangan 26:10-11 (TB) tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan.
Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati. 

Ibrani 7:25 (TB) Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.




Comments

Popular Posts