The Moment of God's Favor | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.

The Moment of God's Favor 
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
23 November 20025
Reformed Exodus Community

Kapan terakhir kali kita benar-benar menginginkan sesuatu dengan sangat? 
Bagaimana jika ada sesuatu yang benar-benar berharga, tersedia bagi semua, diberikan secara cuma-cuma, tetapi tidak selalu ada? 
Seberapa besar antusiasme Anda untuk mendapatkannya? 

Ada hal yang seharusnya kita kejar yaitu : memberi dampak kasih karunia Allah seluas-luasnya. 

2 Korintus 6:1-2 (TB) Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 

Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu (6:1a) 
Dalam teks Yunani, tidak begitu jelas siapa yang dimaksud dengan rekan sekerja ini. 
Paulus menyebut dirinya sebagai rekan kerja Allah. Mayoritas versi menerjemahkan 'rekan sekerja Allah'. Pada dasarnya Allah tidak membutuhkan apapun maupun siapapun. Maka jika Allah mau memakai kita sebagai alatNya, itu adalah anugerah Allah. 

Paulus memperingatkan agar kita tidak membuat sia-sia kasih karunia Allah. Apakah kasih karunia Allah bisa gagal atau sia-sia? Kasih karunia yang dimaksud di sini merujuk pada keselamatan. Kasih karunia atau keselamatan tidak bisa hilang, karena Allah memampukan kita untuk setia kepadaNya. Pada ayat ini, kasih karunia Allah juga berbicara tentang transformasi tujuan hidup yang besar, yaitu hidup bagi Kristus. Ketika tujuan hidup kita berubah, maka nilai-nilai hidup kita akan berubah. Inilah yang dimaksud kasih karunia, bukan hanya keselamatan, tapi restorasi holistik yakni semua pemulihan yang menyertai keselamatan ini. 

2 Korintus 5:15-20 (TB) Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Anugerah Allah dimaksudkan bukan hanya untuk diterima, tetapi diberi ruang seluas-luasnya hingga berdampak sepenuhnya. 

Mengapa kita tidak boleh membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia? 
1. Karena Allah telah menyatakan dalam firmanNya (6:2a), kutipan dari Yesaya 49:8
2 Korintus 6:2 (TB)  Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 
Yesaya 49:8 (TB) Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, 
Pemberian anugerah seturut dengan waktu Allah. Jangan pongah. Jangan lengah. Anugerah yang sama belum tentu diberikan kepada orang yang sama. 

2. Karena Allah sedang menggenapi lagi sekarang (6:2b) 
Penggenapan eksatologis pada era mesianis. 
Penggenapan seperti apa yang dimaksud? 
a. Untuk Israel : kelepasan dari pembuangan di Babel pada masa Yesaya
b. Untuk semua orang, yakni Kristus : kelepasan dari dosa dan maut
c. Untuk kamu secara pribadi : pemulihan holistik sekuat hidup yang lebih efektif bagi Allah

Allah tidak ingin kasih karuniaNya sia-sia, ketika keselamatan sudah diberikan namun kita masih terbelenggu jatuh bangun hidup dalam dosa. Tidak setiap kita sempat menjadi tua. Walau sempat tua, belum tentu masih dapat kesempatan kedua. 

Ibrani 3:13-14 (TB) Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.





Comments

Popular Posts