Menjangkau yang Terpinggirkan | Ev. Karmelita Suryanto
Menjangkau yang Terpinggirkan
Ev. Karmelita Suryanto
16 November 2025
Reformed Exodus Community
Matius 25:31-46 (TB) "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
Di pasal-pasal sebelumnya, murid-murid menanyakan mengenai akhir zaman / kedatangan Yesus yang kedua. Sebagai orang Kristen pun seringkali juga mempertanyakan kapan akhir zaman terjadi. Tuhan Yesus sendiri menyampaikan pada para murid bahwa hanya Bapa di Sorga yang tahu waktu dan saatnya. Tetapi, Tuhan Yesus tidak berhenti di sana.
Dalam kebijaksanaanNya, Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan-perumpamaan mengenai kedatanganNya. Karena yang terpenting bukan kapan waktu dan saatNya, namun bagaimana dan apa yang seharusnya kita lakukan pada saat penantian. Bagaimana seharusnya kita menunggu? Tetap lakukan bagian kita sebaik mungkin sembari berjaga-jaga akan kedatanganNya.
Tuhan Yesus akan datang yang kedua kalinya sebagai raja dan hakim, yang menghakimi semua orang di dunia. Yang terpenting bukan kapan, tetapi bagaimana kita memperskapkan diri kita. Selayaknya kita bersiap dengan bagaimana kita mengatur dan mempersiapkan diri kita menjelang kedatanganNya.
Sebagai orang Kristen, kita diselamatkan oleh anugerah Tuhan, bukan karena perbuatan baik kita. Namun demikian, pada perumpamaan tersebut Tuhan Yesus menyampaikan mengenai perbuatan baik yang dilakukan untuk sesama, seperti memberi tumpangan, memberi makan, memberi minum, memberikan pakaian, menjenguk orang sakit, dan membesuk orang yang di penjara. Ke-enam hal ini bukan hanya sekedar menunjukkan perbuatan baik, tetapi mencerminkan hati yang bertindak dari dasar kasih, pengorbanan, komitmen, dan kepedulian terhadap orang-orang yang terpinggirkan.
Matius 24:12 "karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.."
2 Timotius 3:1-5 (TB) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Di hari-hari terakhir ini, apakah kasih yang telah kita terima dari Tuhan secara sakral dan cuma-cuma akan pudar dan tidak dapat tersalurkan kepada orang lain yang membutuhkannya? Hendaknya kasih kita tetap hidup dan aktif, tidak memandang untuk siapa dan bagaimana respon balik yang akan kita terima.
Yang Yesus tanya bukan bagaimana kamu menghafal ayat firman Tuhan, tetapi apakah kamu mengasihi mereka yang ada di sekelilingmu, kepada mereka yang paling hina.
Yesus tidak hanya menginginkan kita melakukan perbuatan baik kepada kelompok kita sendiri, atau kepada sesama Kristen, tetapi kepada semua orang yang memerlukannya. Menjangkau. Menjangkau yang terpinggirkan tidak harus spektakuler, tidak harus kepada suku-suku lain yang tidak kenal, tetapi mulai dari orang-orang terdekat kita, orang-orang yang ada di sekitar kita.
Bagaimana kita bisa bertindak untuk menunjukkan kasih kita? Tidak harus pada saat acara bakti sosial, tetapi pada kegiatan keseharian kita. Apakah kasih itu masih ada untuk orang-orang sekitar kita? Atau kasih itu hanya ada untuk diri kita sendiri?
Comments
Post a Comment