Only Pain, No Gain | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D



ONLY PAIN NO GAIN

Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.

Reformed Exodus Community

#Sermon #BibleStudy #CatatanKhotbah 

Link Ibadah


Apa yg membangunkan Anda setiap pagi? 

What is the driving force in your life?

Apa yang menggerakkan hidup kita akan memnetukan tingkat kepuasan kita terhadap hidup. 


Pengkhotbah 1:3-11

Pengkhotbah 1:3-11 (TB)  Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? 

Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. 

Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. 

Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.

Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.

Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

Pengkhotbah 1:3-11

Mengapa segala sesuatu sia-sia? 

Karena tidak ada keuntungan di hidup ini. 

Ayat 3 : apakah gunanya (yitron) : manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? 

- kalau di bawah matahari tidak ada untungnya

- hanya above and beyond 

Yitron (9x) = Keuntungan secara ekonomis (3:9) maupun secara general (2:11, 5:8) 

Kata kerja dari yatar = apa yg tinggal/ tersisa.


Kenapa Pengkhotbah mengatakan tidak ada keuntungan?

Karena ketidakadaan perubahan (sameness) / there is nothing new under the sun. 

Terlepas dari semua yang sudah diupayakan oleh manusia. 


Penjelasan dari mengapa tidak ada perubahan :

1. Siklus Fenomena Alam (ayat 5-6) : matahari "terburu-buru" (sa'ap), bisa berarti positif (eagerness - Mzm 119:131), atau negatif (kehabisan tenaga - Yes 42:14) - LXX & targum 

- 5 kata partisip (holek, "going" 2x  & sobeb "going around" 3x) = walau banyak bergerak & sangat mobile tetapi tetap terkungkung dalam pola yg sama, padahal angin kelihatannya bebas

- laut, walau dialiri terus oleh sungai tapi tidak pernah penuh. Cth : Laut Mati, walau dialiri terus oleh Sungai Yordan & tdk ada sungai yg keluar dari Laut Mati, laut ini tdk pernah penuh. 


2. Siklus Kehidupan Manusia (ayat 8:11) 

- segala sesuatu menjemukan (yege'im) = melelahkan (Ul 25:18, 2 Sam 17:2), mayoritas versi Inggris - LXX enkopos  - sampai manusia tidak dapat menggambarkannya. 



Pada akhirnya kita hanya menemukan (yg sdh ada) dan mengembangkan (yg lama), tidak sungguh-sungguh menciptakan (yg baru). 


We never create something out of something. 

We only discover the exisiting / provided


Ini sangat melelahkan karena kita melakukan banyak hal tetapi tidak pernah menghasilkan satu hal yang baru. 





Salah satu ironi dalam kehidupan adalah tidak pernah puas untuk mengupayakan hal-hal yang tidak mungkin membawa kepuasan. 





If we find ourselves with a desire that nothing in this world can satisfy, the most probable explanation is that we were made for another world. (C.S. Lewis) 


Konklusi : Semua akan dilupakan (ayat 11).

Bukan hanya dilupakan, tapi tidak dipedulikan. 

No matter how much you have, you'll forgotten someday


Lukas 12:20-21 (TB)  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."


https://alkitab.app/v/824d3f2b1345


2 Korintus 8:9 (TB)  Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.


Semakin engkau mengejar ambisi duniawi, maka akan semakin sia-sia. 

Sebaliknya, semkin engkau merengkuh Kristus sebagainsatu-satunya alasan maka engkau akan mendapat kepuasan yg sejati. 




Kebahagiaan sejati bukan karena memiliki banyak, tetapi berbagi yang banyak, karena Kristus adalah harta yg sejati. 





Comments

Popular Posts