Hidup untuk Kemuliaan Bapa | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.

Hidup untuk Kemuliaan Bapa
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Reformed Exodus Community


Apakah tujuan hidup manusia? 
Ratusan tahun manusia telah mempertanyakan hal ini 
Pertanyaan Filsuf:
1. Why is there something rather than nothing? 
2. Why are you here on earth? 
Pertanyaan tersebut menunjukkan kekosongan yang hanya bisa diisi oleh pencipta dan tidak bisa dipuaskan oleh ciptaan. 

Yohanes 17:1-8 (TB)  Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Ada 5 pasal yang diberikan Yesus kepada murid-murid di kitab Yohanes. Banyak nasihat yang diberikan kepada murid-murid dan ditutup dengan doa kepada Bapa. 
Doa Yesus untuk murid-muridnya adalah dia yang paling panjang di tengah situasi yang paling sukar, yaitu:
1. Penyaliban Yesus (16:6) 
2. Ketakutan murid-murid (16:32) 
3. Kebencian dan penganiayaan (16:2, 33) 

Fokus Doa Yesus kepada murid-murid:
Kata kerja "memuliakan" (doxazō) disebutkan 3x (17;1, 4 5) 
Kata benda "kemuliaan" (doxē) disebutkan 1x (17:5) 
Allah tidak pernah membagi kelupaan. Jika Yesus bukan Allah, maka Allah tidak akan membagi kemuliaanNya.. 

Apakah hidup yang memuliakan Bapa itu? (17:1-3) 
Bentuk konkret memuliakan Allah adalah menderita bagi Allah
"Bapa, telah tiba saatNya" (17:1) >> "saat" (hōra) = saat Anak Manusia dimuliakan (12:23, bdk 3:14, 12:32) yaitu ketika Dia disalibkan (12:24-27) >> Yesus tetap memilih untuk memuliakan Bapa (17:2b) "supaya AnakMu mempermuliakan Engkau".
Kerelaan untuk merengkuh penderitaan adalah salah satu cara memuliakan Tuhan. Responsnya, tidak selalu solusinya. 
Tidak selalu kita memuliakan Allah melalui solusi yang kita terima dari Allah, tetapi lebih melalui respon yang kita tunjukkan. 

Otoritas sekaligus tugas yang Yesus terima dari Bapa berarti =>> memberikan kehidupan kekal (17:2-3). 
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa (lit. "otoritas") atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Kehidupan Kekal
Sejak sekarang, berbentuk hubungan. 
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3).

1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 

Yudas 1:4 (TB)  Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bagaimana kita melakukannya? (17:4-8) 
1. Menyelesaikan karya Bapa
Yesus menyelesaikan penebusan, bukan hanya melakukannya. Begitu juga seharusnya kita sebagai umatNya, tidak hanya melakukan kehendak Bapa tetapi juga melakukannya. 
- Yohanes 5:36 (TB)  Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya (lit. menyelesaikannya) 
- Yohanes 4:34 (TB) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
- Di atas kayu salib Yesus menyebutkan bahwa "segala sesuatu telah selesai" (19:28) >> di kayu salib pula Dia berkata "sudah selesai" (19:30).

2. Menyatakan Bapa kepada orang lain
Yesus tidak menyatakan diriNya kepada semua orang, tetapi kepada setiap orang yang diberikan Bapa kepadaNya. Sisanya adalah tugas kita untuk menyelesaikannya. Tanpa Allah berkarya dalam kita, tidak mungkin kita bisa datang kepada Bapa. 
Ketaatan manusia didahului oleh kebaikan Bapa. Keselamatan kita adalah anugerah, bukan upah. 

Yohanes 17:6-8 (TB) Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yohanes 6:44 (TB) Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Tanda seseorang adalah milik Kristus
1.Menuruti Firman Tuhan dan memahami kasih karunia Bapa
Semakin menaati Bapa berarti semakin memahami dan meyakini kasih karuniaNya dalam segalanya. 
2. Mengetahui benar bahwa Yesus berasal dari Bapa, Bapa yang mengurus Yesus
Proyek keselamatan: 
- Yesus diutus menyelamatkan (3:17) 
- Yesus melakukan mujizat untuk meneguhkan pengutusan (5:36b) 

Walau panggilan masing-masing orang berbeda-beda, tujuannya tetap sama: memuliakan dan menikmati Bapa melalui penebusan AnakNya. Setelah terhadap apa yng Tuhan sudah percayakan dalam hidup kita. Biarlah orang lain melihat kita sebagai kepanjangan tangan Allah yang memuliakanNya. 


Comments

Popular Posts