Kisah Kasih bagi Negeri | Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Pdt. Yakub Tri Handoko, Ph.D.
Reformed Exodus Community
Whats So Great about Christianity?
Dinesh D’Souza
Spiritualitas dikotomis dan privatisasi kekristenan telah mereduksi opini dan kontribusi kekristenan di ranah publik.
Kekristinan dikotomis : lebih mendengarkan suara “Roh Kudus” daripada suara manusia
Privatisasi kekristenan : tidak mau membicarakan hal lain selain agama
Yeremia 29:4-7
Yeremia 29:4 “Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel:
Yeremia 29:5 Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya;
Yeremia 29:6 ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!
Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
Latar Belakang Historis
Awal pembuangan ke Babel dan harapan palsu yang membahayakan dari para nabi palsu (29:9-11, 27.28)
Yeremia memberitakan pembuangan Israel 70thn, nabi palsu 2thn
Konsep berpikir yg benar:
1. Allah tetap berkarya dalam kehidupan sehari-hari yang tampak normal (29:5-6, bdk Kej 12:1-3)
Bagi bangsa Yehud yang begitu membanggakan tanah perjanjian dan selalu menuntut tanda spektakuler dari Tuhan, menikmati Allah dalam normalitas hidup merupakan pengalaman yang baru dan tidak menyenangkan.
Ibadah kepada Tuhan tidak dibatasi oleh lokasi atau liturgi. Ibadah sejati mencakup kehidupan sehati-hari.
2. Allah tetap berkarya dalam usaha dan doa-doa bagi negara (29:7)
Pergumulan yang tidak mudah bagi bangsa Yehuda: teologis, politis, dan personal. Bangsa Yehuda yg terbuang diminta Tuhan utk mendoakan Babel yg sdh menganiaya mereka.
Kita sebenarnya fidak pernah terbuang atau sekedar pendatang, karena setiap negara adalah milik Tuhan.
Yohanes 11:49-52
Yohanes 11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,
Yohanes 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”
Yohanes 11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
Yohanes 11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Jika Injil adalah tentang pengorbanan bagi banyak bangsa, tetapi Anda tidak berkontribusi apa-apa bagi bangsa Indonesia, lalu di mana letak Injil dalam hidup anda?
Comments
Post a Comment