Seleksi PPAN Dispora Jatim
Sharing pengalaman buat teman-teman khususnya pemuda-pemudi Jatim yang pengen tau soal seleksi PPAN Jatim.
Sekitar bulan Maret 2016, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Jatim) membuka seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Pada saat itu diadakan roadshow yang digelar di beberapa universitas negeri, di antaranya Unair dan Unej. Seleksi ini dibuka bagi semua pemuda-pemudi Jawa Timur.
Kakak-kakak dari PCMI Jatim pun menjelaskan program-program yang meliputi:
1. ASVI (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-India)
2. IKYEP (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea)
3. SSEAYP (Program Kapal Pemuda ASEAN Jepang)
4. IMYEP (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia)
Pada saat itu aku merasa 'tertantang' untuk ikut program ini, lalu aku mendaftarkan diri melalui website PCMI Jatim (www.pcmijatim.org). Puji Tuhan aku berhasil lolos hingga ke tahap karantina dan menjadi peserta cadangan 4 utk program IKYEP.
Saat karantina merupakan sebuah pengalaman berharga bagiku untuk bertemu dengan 30 anak muda Jawa Timur dengan berbagai prestasi yang luar biasa.
Namun sebelum sampai ke tahap karantina, ada beberapa tahapan seleksi yang harus kulewati, yaitu seleksi berkas, tes tulis, tes wawancara dan bakat, lalu karantina.
1. Seleksi Berkas
Pada tahap seleksi berkas, ada beberapa portofolio yang harus dikumpulkan, yang meliputi
a. Registration form, CV/ data diri,
b. Program sosial/ community project (yang sedang/sudah berlangsung),
c. Assignment berupa esai studi kasus,
d. Sertifikat penghargaan/ pencapaian, sertifikat kemampuan Bahasa Inggris
e. Lain-lain (scan KTP, surat pernyataan, etc)
Semua berkas itu dikirim melalui email dan diumumkan sekitar
2. Seleksi Tulis
Dari sekitar 500 peserta yang mendaftar, 200 peserta lolos seleksi berkas dan melanjutkan ke seleksi tulis. Pada tahap seleksi tulis ini, peserta diwajibkan membawa surat rekomendasi dari institusi/ lembaga/ komunitas. Materi tes tulis yang diujikan yakni TPA (Tes Potensi Akademik), Tes Pengetahuan Umum, dan Esai Penalaran (modelnya kayak studi kasus gitu..).
3. Tes Wawancara
Dari 200 peserta tes tulis, selanjutnya diambil 80 orang, masing-masing 40 putra dan 40 putri untuk mengikuti tes wawancara yang dilaksanakan langsung setelah tes tulis.
Pada saat itu peserta diberi waktu masing2 lima menit untuk diwawancarai di beberapa 'booth': 1) pengenalan diri, 2) pemahaman budaya, 3) pertunjukan bakat, dan 4) kemampuan berbahasa Inggris.
4. Cultural Performance
Di hari yang sama, setelah melalui tes wawancara, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk merancang 'Art Performance' dan diberi waktu selama 10-15 menit. Art Performance itu harus mengandung unsur budaya Jawa Timur dan harus bisa menunjukkan bakat masing2 anggota. Pada saat itu kelompokku menampilkan drama, masing-masing anggota ada yang nyinden, ada yang main gitar, ada yang nari, ada yang main gamelan, dll sesuai kreativitas. Semua properti disiapkan panitia.
5. Uji Kemampuan Presentasi
Setelah cultural performance, peserta kemudian masuk ke sebuah ruangan dan dibagi ke beberapa kelompok untuk berdiskusi mengenai topik studi kasus yang ditetukan panitia (diskusi pake Bahasa Inggris yaa..).
Kelompokku kebagian studi kasus tentang demo buruh dan kebijakan UMR. Kita diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dan menganalisis kasus tersebut, mencari permasalahan dan penyebabnya, lalu memberikan solusi. Hasil diskusi ditulis dalam kembar karton manila dalam bentuk mind-map dan dipresentasikan dalam Bahasa Inggris.Setelah presentasi, giliran kelompok lain memberi komentar dan pertanyaan2.
Serangkaian proses itu berlangsung dari jam 6 pagi hingga 9 malam.. Setiap tahapan dinilai oleh panitia. Dan masing-masing peserta bisa melihat skor dari setiap tahapan seleksi. Puji Tuhan skorku memuaskan.
Sekitar 3-5 hari kemudian, diumumkan hasil seleksi selanjutnya di website PCMI Jatim. Dari 80 orang, diambil 30 peserta, masing-masing 15 putra dan 15 putri untuk mengikuti Karantina. Dan Puji Tuhan aku lolos ke tahap Karantina.
6. Tahap Karantina
Sekitar bulan Maret 2016, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Jatim) membuka seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Pada saat itu diadakan roadshow yang digelar di beberapa universitas negeri, di antaranya Unair dan Unej. Seleksi ini dibuka bagi semua pemuda-pemudi Jawa Timur.
Kakak-kakak dari PCMI Jatim pun menjelaskan program-program yang meliputi:
1. ASVI (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-India)
2. IKYEP (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea)
3. SSEAYP (Program Kapal Pemuda ASEAN Jepang)
4. IMYEP (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia)
Pada saat itu aku merasa 'tertantang' untuk ikut program ini, lalu aku mendaftarkan diri melalui website PCMI Jatim (www.pcmijatim.org). Puji Tuhan aku berhasil lolos hingga ke tahap karantina dan menjadi peserta cadangan 4 utk program IKYEP.
Saat karantina merupakan sebuah pengalaman berharga bagiku untuk bertemu dengan 30 anak muda Jawa Timur dengan berbagai prestasi yang luar biasa.
Namun sebelum sampai ke tahap karantina, ada beberapa tahapan seleksi yang harus kulewati, yaitu seleksi berkas, tes tulis, tes wawancara dan bakat, lalu karantina.
1. Seleksi Berkas
Pada tahap seleksi berkas, ada beberapa portofolio yang harus dikumpulkan, yang meliputi
a. Registration form, CV/ data diri,
b. Program sosial/ community project (yang sedang/sudah berlangsung),
c. Assignment berupa esai studi kasus,
d. Sertifikat penghargaan/ pencapaian, sertifikat kemampuan Bahasa Inggris
e. Lain-lain (scan KTP, surat pernyataan, etc)
Semua berkas itu dikirim melalui email dan diumumkan sekitar
2. Seleksi Tulis
Dari sekitar 500 peserta yang mendaftar, 200 peserta lolos seleksi berkas dan melanjutkan ke seleksi tulis. Pada tahap seleksi tulis ini, peserta diwajibkan membawa surat rekomendasi dari institusi/ lembaga/ komunitas. Materi tes tulis yang diujikan yakni TPA (Tes Potensi Akademik), Tes Pengetahuan Umum, dan Esai Penalaran (modelnya kayak studi kasus gitu..).
3. Tes Wawancara
Dari 200 peserta tes tulis, selanjutnya diambil 80 orang, masing-masing 40 putra dan 40 putri untuk mengikuti tes wawancara yang dilaksanakan langsung setelah tes tulis.
Pada saat itu peserta diberi waktu masing2 lima menit untuk diwawancarai di beberapa 'booth': 1) pengenalan diri, 2) pemahaman budaya, 3) pertunjukan bakat, dan 4) kemampuan berbahasa Inggris.
4. Cultural Performance
Di hari yang sama, setelah melalui tes wawancara, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk merancang 'Art Performance' dan diberi waktu selama 10-15 menit. Art Performance itu harus mengandung unsur budaya Jawa Timur dan harus bisa menunjukkan bakat masing2 anggota. Pada saat itu kelompokku menampilkan drama, masing-masing anggota ada yang nyinden, ada yang main gitar, ada yang nari, ada yang main gamelan, dll sesuai kreativitas. Semua properti disiapkan panitia.
5. Uji Kemampuan Presentasi
Setelah cultural performance, peserta kemudian masuk ke sebuah ruangan dan dibagi ke beberapa kelompok untuk berdiskusi mengenai topik studi kasus yang ditetukan panitia (diskusi pake Bahasa Inggris yaa..).
Kelompokku kebagian studi kasus tentang demo buruh dan kebijakan UMR. Kita diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dan menganalisis kasus tersebut, mencari permasalahan dan penyebabnya, lalu memberikan solusi. Hasil diskusi ditulis dalam kembar karton manila dalam bentuk mind-map dan dipresentasikan dalam Bahasa Inggris.Setelah presentasi, giliran kelompok lain memberi komentar dan pertanyaan2.
Serangkaian proses itu berlangsung dari jam 6 pagi hingga 9 malam.. Setiap tahapan dinilai oleh panitia. Dan masing-masing peserta bisa melihat skor dari setiap tahapan seleksi. Puji Tuhan skorku memuaskan.
Sekitar 3-5 hari kemudian, diumumkan hasil seleksi selanjutnya di website PCMI Jatim. Dari 80 orang, diambil 30 peserta, masing-masing 15 putra dan 15 putri untuk mengikuti Karantina. Dan Puji Tuhan aku lolos ke tahap Karantina.
6. Tahap Karantina
Menurutku tahap karantina ini cukup 'menantang' karena benar-benar menguji kesiapan peserta. Sehari setelah pengumuman, panitia langsung memberikan tugas-tugas yang harus dilakukan sebelum dan selama masa karantina, baik individu maupun angkatan, di antaranya mempersiapkan penampilan kesenian Jawa Timur untuk sesi Individual Performance dan melakukan kegiatan fundraising.
Tahap karantina menurutku adalah tahap yang paling WOW karena bisa ketemu 30 muda-mudi Jatim berprestasi, ada yang dari Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Malang, Jember, pokoknya seluruh Jatim.
Karantina ini berlangsung 2 hari di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya. Kegiatan-kegiatan selama Karantina juga seru. Non-stop dari pagi sampe pagi lagi hehehe... Hari pertama mulai dari penyampaian materi, presentasi individu, dan cultural performance. Hari kedua, kita mengunjungi Dinas Sosial dan menampilkan cultural performance yang sudah dipersiapkan malam sebelumnya. Di sini juga pengalaman yg mengesankan banget karena bisa bertemu dan berbagi cerita dengan anak-anak yang cacat mental, meskipun sedih rasanya ;'(
Setelah selesai dari Dinas Sosial, kami kembali ke Gedung Cak Durasim dan sharing2, dan diwawancarai lagi (terakhir kalinya) utk memastikan kesiapan dan tekad kita untuk mengikuti program PCMI. Karantina selesai dengan haru, karena selama dua hari kami benar-benar mendapatkan pelajaran yg berharga.
Hasil seleksi Karantina diumumkan 4 hari kemudian, dan Puji Tuhan aku jadi cadangan 4 utk program IKYEP (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea): artinya nggak berangkat program, jadi 'finalis' aja hehehehe.
Itu tadi info seputar seleksi PPAN Jatim, semoga bermanfaat buat temen2 semua :)
Thank you for sharing :)
ReplyDeleteYou're welcome :)
ReplyDeleteuntuk masa karantina kegiatan lebih lengkapnya apa saja ya kak?
ReplyDeleteterimakasih.